RADAR JOGJA-Untuk mengatasi permasalahan banjir yang kerap menghantui kawasan wisata Dieng Wonosobo, pemerintah Kabupaten Wonosobo akan membangun embung seluas 4 hektare, yang rencananya akan dimulai pada awal Juni 2024 ini.
Baca Juga: MFP Fasilitasi Atlet Muda Agar Saling Bertukar Pikiran Melalui Program Belajar Bersama
Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPU PR) Kabupaten Wonosobo Nurudin Ardiyanto, pembangunan embung yang diperkirakan akan selesai dalam waktu 6-8 bulan ini merupakan langkah antisipasi banjir di kawasan wisata Dieng, khususnya di daerah perbatasan Wonosobo-Banjarnegara. Pasalnya, beberapa tahun terakhir, kawasan tersebut sering dilanda banjir saat sudah memasuki musim penghujan.Baca Juga: Bulan Dana PMI Kebumen 2024 Ditargetkan Rp 2 Miliar, Sasarannya Pegawai Pemerintah hingga Pengusaha Muda
Selain untuk mencegah terjadinya banjir, embung ini juga akan difungsikan sebagai penyedia air bagi para petani sayur yang ada di sekitar wisata Dieng. Sebab, kawasan tersebut juga sering terjadi kelangkaan air di saat musim kemarau tiba.
Embung ini akan dibangun di dua lokasi berbeda. Lokasi pertama, yakni berada di lahan asset pemerintah, tepatnya di belakang Taman Syailendra, dengan luas 8 ribu meter persegi.
Baca Juga: Akan Jadi Kasta Terendah, PSSI Rencanakan Gelar Liga 4
Sedangkan untuk lokasi kedua, yakni berada di lahan milik Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), tak jau dari lokasi wisata Telaga Warna.
Pembangunan 2 embung di kawasan wisata Dieng ini diperkirakan menghabiskan dana hingga Rp 24 miliar. Anggaran tersebut dibiayai oleh Kementrian PUPR.
Baca Juga: Rekor Sempurna Jay Idzes, Punya Tiga Caps, Pertahankan Clean Sheets bersama Timnas Indonesia
Embung ini juga akan difungsikan sebagai pusat lokasi konservasi sumber daya air oleh Badan Besar Wilayah Serayu Opak. Dengan ini, masyarakat diharapkan agar bisa lebih memahami pentingnya wilayah hulu dari Sungai Serayu yang saat ini telah menyandang status kritis.***
Editor : Iwa Ikhwanudin