RADAR JOGJA - Warga Desa Jembangan, Kecamatan Poncowarno menggelar kenduri di tengah jalan poros desa, Jumat (7/6).
Kenduri ini sengaja digelar sebagai ungkapan rasa syukur serta ekspresi kebahagiaan atas selesainya pembangunan jalan penghubung antardesa tersebut.
Berbagai nasi lengkap dengan lauk pauk disajikan warga di atas daun pisang. Di bawahnya dilapisi dengan terpal. Sekaligus sebagai alas duduk.
Sambil menunggu acara dimulai, mereka duduk lesehan di atas jalan baru tersebut.
Kepala Desa Jembangan Muholis menyampaikan, kenduri menjadi kearifan lokal masyarakat yang sudah berlangsung secara turun temurun. Kegiatan ini wujud syukur atas rizki yang diterima, dalam hal ini jalan mulus.
"Masyarakat desa masih menjaga warisan leluhur. Dan, kami sangat senang jalan sudah baik," katanya.
Muholis bersyukur, puluhan warga tampak antusias mengikuti kenduri. Mereka secara mandiri membuat nasi tumpeng lengkap dengan lauk pauk. Kenduri tersebut diawali doa bersama.
Jalan sepanjang 750 meter tersebut dibangun atas program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2024. Adapun anggaran pembangunan diambil dari APBD Provinsi, APBD Kabupaten dan APBDes senilai Rp 581 juta.
Jalan poros desa tersebut kini sudah dapat dilalui dengan nyaman oleh warga. Jalan ini merupakan akses utama mrnghubungkan tiga desa. Yakni, Desa Jembangan, Desa Karangtengah dan Desa Tegalreja.
Dia mengungkapkan, sebelum dibangun jalan tersebut sebelumnya rusak berat sehingga sulit dilewati. "Tentu dengan infrastruktur mulus, perkonomian ikut terbantu. Petani juga mudah," jelasnya.
Baca Juga: Program Prabowo Subianto Jadi Bahan Kampanye Sutrisna-Sumanto dalam Pilkada 2024 Gunungkidul
Wakil Bupati Kebumen Ristawati Purwaningsih mengatakan, program TMMD yang dicanangkan TNI selama ini dirasakan dampaknya. Sebab, bergulirnya TMMD menyasar berbagai program, termasuk infrastruktur.
"Masyarakat kerasan dan bangga dengan TNI. Selama TMMD terjalin hubungan hatmonis antara warga dan TNI," ucapnya.
Selama TMMD, secara tidak langsung memupuk rasa gotong royong ditengah masyarakat. TNI, kata Ristawati, juga berkontribuso terhadap pembangunan desa di segala aspek.
"Banyak program yang bergulir. Kesehatan ada, infrastruktur ada sampai ekonomi," ucapnya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo