Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pengaruh PPDB hingga Dampak Banjir Pantura, Tak seperti Tahun Lalu, Penjualan Sapi dan Kerbau di Magelang Lesu

Naila Nihayah • Sabtu, 8 Juni 2024 | 14:00 WIB
TUNGGU PEMBELI: Situasi pasar hewan Muntilan, Jumat (7/6). Para pedagang mengeluhkan jumlah pembelian hewan kurban yang menurun jika dibandingkan tahun lalu.
TUNGGU PEMBELI: Situasi pasar hewan Muntilan, Jumat (7/6). Para pedagang mengeluhkan jumlah pembelian hewan kurban yang menurun jika dibandingkan tahun lalu.

 

RADAR JOGJA - Tren penjualan sapi dan kerbau di Kabupaten Magelang menjelang Idul Adha ini, sedikit lesu. Ada beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab menurunnya penjualan tersebut. Seperti faktor ekonomi hingga bebarengan dengan penerimaan siswa baru. Juga banjir di pantura beberapa waktu lalu.


Seorang pedagang sapi di Pasar Hewan Muntilan Saroji, 58 tidak menampik, penjualan sapi menjelang Idul Adha ini mengalami penurunan dibanding tahun lalu. "Iya (menurun). Mungkin (faktornya) dari segi ekonomi masyarakat," bebernya saat ditemui, Jumat (7/6).


Pada momentum Idul Adha ini, dia memiliki persediaan sebanyak 180 ekor sapi. Sebagian sudah laku dan menyisakan 40 ekor yang belum terjual. Harganya bervariasi. Mulai dari Rp 21 juta hingga Rp 40 juta. Tergantung berat badan sapi.


Saroji menyebut, sapi yang dijual itu rata-rata memiliki berat 300 kilogram (kg) hingga 600 kg. Dengan jenis limosin, simental, dan Madura. Adapun yang paling laris adalah sapi dengan berat antara 450 kg hingga 500 kg. Harganya Rp 23 juta sampai Rp 25 juta.


Persediaan hewan kurban itu, kata dia, sangat menurun dibanding tahun lalu. Biasanya, permintaan sapi ini berasal dari Magelang dan Yogyakarta, terutama Sleman. "Sebelumnya yang dijual sampai 360 ekor. Sekarang hanya 180 ekor. Mungkin karena (faktor) ekonomi," ujarnya.


Sama halnya dengan Saroji, seorang pedagang kerbau asal Purworejo Prasetyo, 40 juga merasakan demikian. Penjualan kerbau miliknya cenderung menurun dibanding momentum Idul Adha tahun lalu. Dia menduga, penurunan itu disebabkan oleh adanya bencana banjir di wilayah pantura, beberapa waktu lalu.


Sebab, lanjut dia, kebanyakan permintaan kerbau berasal dari wilayah pantura, seperti Demak, Kudus, dan Pati. "(Faktornya) banjir di wilayah pantura itu. Apalagi bareng dengan anak masuk sekolah. Jadi, banyak (masyarakat) yang kurang (antusias)," ungkapnya.


Sepuluh hari menjelang Idul Adha, dia menyebut, sudah mengirim lebih dari 100 ekor kerbau ke wilayah pantura. Dalam seminggu, dia bisa melakukan pengiriman sebanyak empat kali dengan menggunakan mobil bak terbuka. Sekali kirim, bisa mencapai 10 ekor kerbau.

Adapun harga kerbau juga bervariasi. Namun, kerbau yang paling diminati ada di harga Rp 21 juta sampai Rp 25 juta. Sementara kerbau yang paling mahal seharga Rp 35 juta. "Hari ini saya bawa 15 ekor, sudah laku empat ekor," sebutnya. (aya/pra)

Editor : Satria Pradika
#Kabupaten Magelang #kerbau #idul adha #hewan kurban #penerimaan siswa baru #PPDB #sapi #Pasar Hewan Muntilan #Ekonomi