Hal ini dibuktikan oleh Pak Melan Achmad, seorang pensiunan guru matematika dari Purworejo, Jawa Tengah, yang masih aktif mengajar melalui platform TikTok.
Beliau yang akrab disapa Mbah Matematika ini telah pensiun sejak tahun 2003, namun semangatnya untuk berbagi ilmu tidak pernah padam.
Mbah Melan memanfaatkan media sosial TikTok untuk menjangkau murid-murid yang lebih luas.
Di akun TikToknya bernama "@binaprestasiwa", beliau sering membagikan materi matematika untuk jenjang SD, SMP, SMA, hingga membahas soal tes masuk perguruan tinggi (SNBT).
Video-videonya dikemas dengan cara yang menarik dan mudah dipahami, sehingga banyak netizen yang terbantu dengan materi yang diajarkan oleh Mbah Melan.
Semangat Mbah Melan untuk mengajar didasari oleh kecintaannya terhadap matematika dan keinginannya untuk membantu mencerdaskan anak-anak.
Beliau sering dibantu oleh anaknya dalam proses pembuatan video pembelajarannya.
Mbah Melan merupakan contoh inspiratif bagi para guru dan generasi muda untuk terus berkarya dan berbagi ilmu, meskipun usia sudah tidak muda lagi.
Kisah Mbah Melan membuktikan bahwa belajar matematika bisa menyenangkan dan mudah dipahami.
Beliau juga menunjukkan bahwa semangat dan dedikasi untuk mengajar dapat membawa manfaat bagi banyak orang.
Kontribusi Mbah Melan dalam dunia pendidikan patut diapresiasi dan diharapkan dapat terus menginspirasi generasi muda untuk terus belajar dan berkarya.
Melalui platform media sosial seperti TikTok, Mbah Melan dapat menjangkau murid-murid dari berbagai daerah di Indonesia.
Beliau menjadi bukti bahwa teknologi dapat digunakan untuk hal yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat.
Kisah Mbah Melan juga menjadi pengingat bagi kita semua bahwa belajar tidak mengenal batas usia. Kita semua dapat terus belajar dan berkarya, kapan pun dan di mana pun.
Editor : Bahana.