PURWOREJO - Perdana digelar, Kabupaten Purworejo menjadi daerah pertama di Indonesia yang memperingati Hari Teknologi Alat Bantu Sedunia 2024, Selasa (4/6/2024).
Kegiatan dari Kelompok Kerja (Pokja) Pemenuhan Alat Bantu Kabupaten Purworejo bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Pusat Rehabilitasi Yakkum ini juga baru pertama kali diselenggarakan di seluruh dunia.
Poyek Manajer, Pusat Rehabilitasi Yakkum Christian pramudya mengatakan, Kabupaten Purworejo dipilih karena merupakan salah satu daerah yang memiliki komitmen terhadap upaya membangun pemenuhan alat bantu.
Upaya tersebut diwujudkan oleh Pemkab Purworejo melalui pembentukan Pokja Pemenuhan Alat Bantu hingga inovasi Penuntas (pemenuhan alat bantu penyandang disabilitas).
"Kegiatan ini sebagai wujud komitmen bersama untuk melakukan pemenuhan alat bantu bagi disabilitas ataupun lansia," katanya Selasa (4/6/2024).
Tak kalah pentingnya, bahwa kegiatan ini juga sebagai wujud penyadaran bagi masyarakat luas atas pentingnya teknologi alat bantu saat ini dan masa yang akan datang.
Menurutnya, peluncuran Hari Teknologi Alat Bantu tersebut sebagai bagian dari kampanye Unlock the Everyday. Yakni, menyatukan orang, organisasi, dan perusahaan dari semua sektor di seluruh dunia.
Christian berharap, kegiatan tersebut dapat mengkampanyekan atau menyebarluaskan tentang pentingnya teknologi alat bantu.
"Karena untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif salah satu yang mendasar adalah alat bantu," ujarnya.
Adapun, kegiatan diperingati dengan sejumlah acara di antaranya, pawai sepeda motor, bazar produk dari penyandang disabilitas, senam massal yang diikuti oleh banyak pihak, pemeriksaan kesehatan, hingga Seminar Nasional Teknologi Alat Bantu sebagai Wujud Nyata Pembangunan inklusi.
Direktur Kesehatan Usia Produktif dan Lansia, Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes Republik Indonesia Nida Rokhmawati sangat mengapresiasi Kabupaten Purworejo karena telah banyak melakukan inovasi dan memberikan hak kepada para penyandang disabilitas.
"Bahkan, pemerintah desa juga didorong untuk mengalokasikan dana desa untuk penyandang diabaikan. Ini merupakan satu praktik baik yang bisa ditiru oleh daerah lainnya," sebutnya.
Nida menjelaskan, pemerintah telah berupaya untuk selalu memperhatikan para penyandang disabilitas. Tidak hanya melakukan pelayanan, tetapi juga mulai pencegahan sejak di dalam kehamilan.
"Kami berupaya agar ibu hamil sehat sehingga anak dilahirkan dengan sehat pula," jelasnya.
Pihaknya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung disabilitas. Melalui pemberian perhatian dari berbagai sektor agar penyandang disabilitas terbantu sehingga mereka bisa berkarya.
Sementara, Ketua Ikatan Disabilitas Purworejo (IDP) Harnoto menyebut, pihaknya sangat mengapresiasi dengan adanya kegiatan tersebut. Menurutnya hal itu menjadi salah satu bagian perhatian baik dari pemerintah maupun seluruh pihak terhadap penyandang disabilitas di Purworejo.
Terlebih, dengan adanya Pokja Pemenuhan Alat Bantu sangat membantu penyandang disabilitas untuk mendapatkan alat bantu sesuai kebutuhannya.
Dia berharap, ke depan para penyandang disabilitas bisa mendapatkan alat bantu secara tepat untuk menunjang aktivitas mereka.
"Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari pemerintah dan juga Yakkum karena telah banyak membantu kami,"tambahnya. (han)
Editor : Winda Atika Ira Puspita