Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ada Sapi Simental dan Limousin, Pembeli Hewan Kurban di Kebumen Lebih Pilih Jenis PO

Muhammad Hafied • Sabtu, 1 Juni 2024 | 08:10 WIB
RAMAI : Aktivitas jual beli hewan ternak di Pasar Hewan Argopeni, Kebumen. Penjual hewan menyebut terjadi kenaikan harga jelang Idul Adha.
RAMAI : Aktivitas jual beli hewan ternak di Pasar Hewan Argopeni, Kebumen. Penjual hewan menyebut terjadi kenaikan harga jelang Idul Adha.

 

 

 

 

RADAR JOGJA - Menjelang perayaan Idul Adha Tahun 2024, harga hewan ternak di Kebumen mulai merangkak naik. Kenaikan harga ini diprediksi akan terus berlangsung hingga H-7 mendekati Idul Adha.

Salah satu penjual ternak, Ahmad Baehaqi menyampaikan, mayoritas pembeli memilih sapi lokal atau ras peranakan ongole (PO) sebagai hewan kurban. Sapi jenis ini banyak dicari karena harga lebih terjangkau. Meski begitu, ada juga sebagian pembeli memilih jenis sapi simental maupun limousin.

"Pembeli yang datang sudah ngukur kekuatan. Mau beli sapi apa. Ya kami layani," ujarnya saat menjajakan hewan kurban di Pasar Hewan Argopeni, Kebumen, Jumat (31/5).

Baehaqi mengatakan, kenaikan harga berlaku untuk semua jenis hewan ternak, baik kambing maupun sapi. Dia menyebut, harga sapi kualitas biasa sekarang berkisar antara Rp 20 juta – Rp 30 juta.

Sedangkan kelas premium dari Rp 40 juta – Rp 50 juta, tergantung bobot dan jenis sapi. "Kenaikan harga pasti ada, tapi masih wajar. Sekitar Rp 500 ribu ke atas. Lebih naik lagi kurang seminggu kurban," katanya,

Dia mengungkapkan, saat ini peternak maupun penjual hewan kurban di Kebumen sudah mulai merasakan peningkatan permintaan. Adapun sebagian hewan kurban akan dikirim untuk mencukupi kebutuhan di berbagai daerah.

"Di Jakarta sudah ada pengepul. Di sini tinggal kirim menyesuaikan pesanan," ucapnya.

Penjual ternak lain, Muslihin, mengatakan, meski harga cenderung naik namun tidak mempengaruhi tingkat penjualan. Dia mengungkapkan, sebagian pembeli rela merogoh kocek lebih demi mendapatkan hewan kurban berkualitas.

"Kalau jualan sapi itu lihat barangnya. Perawakan bagus, ya semakin mahal," jelasnya.

Menurutnya, banyak pembeli atau konsumen sengaja membeli hewan kurban lebih awal. Perlakuan ini sebagai bentuk antisipasi melonjaknya harga ketika mendekati Idul Adha.

"Semakin ke sini, pasti lebih mahal. Banyak yang pesan dulu. Nanti tinggal diantar pas lebaran kurban," ujarnya. (fid/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Simental #kebumen #pasar #PO #hewan kurban #sapi #pasar hewan #limousin