MUNGKID - Implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di sekolah, bisa dikemas menarik.
Ini akan memicu semangat siswa-siswi dalam belajar dan menuangkan hal positif.
Seperti halnya yang dilakukan oleh SMK Pangudi Luhur, Muntilan.
Puluhan siswa kelas 10 tampak antusias mengikuti mancing bersama di sungai depan sekolah.
Sebelumnya, mereka telah membawa peralatan untuk memancing.
Seperti pancing dan umpan. Para siswa itu berjajar sembari menunggu umpannya dimakan.
Begitu ada siswa yang mendapatkan ikan, mereka bersorai. Seolah mendapatkan harta karun.
Guru SMK Pangudi Luhur Muntilan Nuri Wibowo mengutarakan, kegiatan mancing bersama ini merupakan implementasi dari P5.
Dengan mengusung tema kearifan lokal, puluhan siswa tampak semangat untuk mengikuti mancing bersama tersebut.
Dia mengatakan, kegiatan P5 ini dikhususkan untuk siswa kelas 10 dan berlangsung selama lima hari.
"Ini hari terakhir (kegiatan P5). Sebelumnya ada game di lapangan basket dan ditutup dengan mancing bersama," bebernya saat ditemui, Jumat (31/5/2024).
Dalam kegiatan tersebut, masing-masing siswa sepakat untuk iuran sebesar Rp 5 ribu. Ada sekitar 198 siswa yang ikut iuran.
Begitu terkumpul, guru membelikan ikan lele dan mendapat 40 kilogram.
Nuri menyebut, sekolah juga sepakat memanfaatkan sungai di depan sekolah dengan membendungnya.
Sementara para siswa diminta untuk membawa pancing tradisional yang terbuat dari bambu.
"Dapat (ikan) berapapun, mereka bisa membawanya pulang," katanya.
Sebetulnya, kata dia, kegiatan mancing bersama sudah menjadi agenda rutin saban tahun.
Bahkan, terkadang diikuti oleh seluruh siswa di SMK Pangudi Luhur.
Sebab mancing dapat melatih para siswa untuk sabar, jujur, serta kebersamaan.
"Terutama kebersamaan. Bagaimana antarjurusan kadang tidak tahu. Tapi, mereka campur baur kadang berbaur dengan jurusan lain lebih mengenal," ungkapnya.
Seorang siswa SMK Pangudi Luhur Muntilan Kristian Emmanuel A menyebut, mancing bersama ini seru dan menyenangkan.
Menurutnya, kegiatan tersebut cukup ampuh untuk melatih kesabaran.
"Tadi dapat dua (ikan). Kemarin patungan (beli ikan) Rp 5 ribu per anak. Senang," ujarnya. (aya)
Editor : Meitika Candra Lantiva