Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

2.000 Pedagang TWC Borobudur Magelang Tempati Kios Sementara, Begini Respon Pedagang!

Naila Nihayah • Kamis, 30 Mei 2024 | 20:09 WIB
TEMPAT BARU: Para pedagang di zona II kompleks TWC Borobudur kini telah menempati lokasi baru usai kiosnya dibongkar.
TEMPAT BARU: Para pedagang di zona II kompleks TWC Borobudur kini telah menempati lokasi baru usai kiosnya dibongkar.

MUNGKID - Beberapa waktu lalu, kios para pedagang di zona II kompleks Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur dibongkar karena penataan kawasan destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) Borobudur.

Saat ini, para pedagang telah menempati lokasi sementara di dekat bekas kandang gajah hingga area lapangan sekitar pos 6 di belakang Museum Borobudur.

Sedikitnya ada 2.000 pedagang yang menjajakan dagangannya di kios yang telah disediakan oleh TWC Borobudur ini.

Kini lapaknya menjadi lebih tertata. Terlebih, lokasi itu menguntungkan, menjadi akses keluar wisatawan.

Direktur Operasional dan Layanan InJourney Destination Management Mardijono Nugroho mengutarakan, kios-kios tersebut diisi oleh pelaku UMKM yang menjual berbagai produk.

Mulai dari pakaian, makanan dan minuman, cenderamata, dan lainnya.

Para pedagang, kata dia, menempati lokasi sementara ini sekitar tiga bulan.

"Harapannya nanti bulan Juli atau maksimal di bulan September, mereka (para pedagang) sudah pindah ke Kampung Seni Borobudur," ujarnya usai peninjauan, Kamis (30/5/2024).

Relokasi pedagang ini menjadi bagian dari proses penataan kawasan DPSP Borobudur.

Terlebih, UNESCO merekomendasikan agar koefisien dasar bangunan (KDB) di area TWC Borobudur dikembalikan ke angka empat persen. Realitanya, bangunan di kawasan Candi Borobudur melebihi 10 persen.

Untuk itu, harus ada area TWC yang dikosongkan dan difungsikan sebagai ruang terbuka hijau. Satu di antaranya adalah area pedagang.

Area yang berada di zona II itu perlu ditata ulang. Muaranya, para pedagang akan menempati Kampung Seni Borobudur di Lapangan Kujon yang masih dalam proses pembangunan.

Mardijono menambahkan, relokasi pedagang ini merupakan komitmennya untuk merangkul semua pihak. Serta berkolaborasi demi meningkatkan pariwisata berkualitas di DPSP Borobudur.

Dia memastikan, proses relokasi ini tidak menurunkan kualitas berwisata di Candi Borobudur.

Dia berharap, penataan baru ini dapat meningkatkan daya tarik pengunjung.

Tidak hanya di zona II kompleks TWC Borobudur, tetapi juga berdampak positif pada kesejahteraan pedagang.

"Alur pengunjung (keluar) juga berubah dan merupakan hasil dialog bersama dengan berbagai pihak," katanya.

Sementara itu, Pj Bupati Magelang Sepyo Achanto mengatakan, relokasi kios sementara saat ini semakin tersusun dengan rapi dan menarik.

Hal itu praktis dapat memberikan kenyamanan dan mengundang wisatawan untuk berkunjung.

"Tidak lupa juga untuk alur wisatawan mancanegara maupun domestik untuk bisa ditata.

Supaya nantinya wisawatan nyaman berbelanja dan bisa menompang perekonomian yang lebih baik lagi dari teman-teman yang berjualan," ungkapnya.

Sepyo juga mengajak seluruh pelaku UMKM di kawasan Borobudur untuk menghadirkan kenyamanan dan pelayanan prima kepada wisatawan.

Serta menjaga kebersihan, ketertiban, dan keamanan pengunjung.

Harapannya relokasi ini berdampak positif pada peningkatan perekonomian masyarakat di kawasan Borobudur.

Baca Juga: Dinperinkopukm Kota Jogja Tetapkan Duta Muda Koperasi Terpilih Dari Siswi SMAN 5 Yogyakarta, Upaya Pemkot Jogja Gaet Milenial Melek Koperasi

Ketua Paguyuban Pedagang Candi Borobudur Jimi Belinda mengaku senang, karena proses penataan berjalan kondusif.

Para pedagang juga merasa dimanusiakan.

Dia menyebut, sekitar 2.000 pedagang itu sudah berpindah ke lokasi sementara sejak 15 Mei 2024 lalu.

Hingga saat ini, kata dia, pendapatannya mengalami peningkatan dibanding sebelumnya.

"Harapannya nanti (ketika pindah) di Kampung Seni Borobudur, juga ada peningkatan (perekonomian). Kami juga berkomitmen untuk ikut meningkatkan pelayanan kepada pengunjung," ujarnya. (aya)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#ruang terbuka hijau #relokasi kios #Magelang #Museum Borobudur #Penataan #kawasan #DPSP Borobudur #UNESCO #Kampung seni Borobudur #pedagang #TWC Borobudur #UMKM #Tempati #Wisatawan #pembangunan #pj bupati magelang #akses #Kios Sementara #respon