RADAR JOGJA – Kota Tegal yang terkenal dengan berbagai bentuk bangunan yang bersejarah, tetapi ternyata ada hal unik lain dan tidak dapat ditemukan di tempat lain di Indonesia, yaitu Perempatan Lampu Merah Gantung atau "Prapatan Tumpuk" yang langka.
Sesuai namanya, lampu lalu lintas di perempatan ini bukan terletak di tiang, tetapi lampu ini digantung di tengah persimpangan Jalan Ahmad Yani, Jalan Setia Budi, Jalan Veteran, dan Jalan D.I Panjaitan.
Keunikan inilah yang menjadi saah satu daya tarik tersendiri bagi wisatawan dan masyarakat lokal.
Di balik keunikannya, ternyata dibalik keunikanya terdapat sejarah panjang di balik Perempatan Lampu Merah Gantung.
Perempatan ini dibangun pada tahun 1930-an, perempatan ini menjadi jalur utama kegiatan masyarakat Tegal saat itu, sebelum adanya jalan baru.
Saat itu, daerah sekitar perempatan merupakan pusat pemerintahan dan ekonomi, dengan rumah residen, Kantor Pos, National Hadels Bank NV, dan pusat pertokoan.
Dilangsir dari Radar Semarang, lampu merah gantung ini sempat diturunkan beberapa tahun lalu untuk perbaikan, namun kembali digunakan sejak tahun 2018 dan bahkan ada hingga sekarang.
Desainnya yang unik dengan satu lampu untuk empat arah jalan ini memudahkan pengendara untuk melihat lampu dari satu titik, berbeda dengan model lampu di persimpangan lainnya.
Meskipun desain lampu merah gantung ini dulunya umum di dunia, namun karena alasan keselamatan, model ini telah digantikan dengan lampu di setiap sudut persimpangan di banyak tempat.
Keberadaan Perempatan Lampu Merah Gantung di Tegal menjadi pengingat akan sejarah dan budaya lokal, serta menjadi simbol keunikan kota ini.