RADAR JOGJA - Pemerintah Desa (Pemdes) Kebogunung, Loano, Purworejo manfaatkan tanah tidur agar bernilai tambah bagi masyarakat. Yakni, memanfaatkan tanah kas desa (TKD) untuk menanam jagung.
Bahkan, baru-baru ini Pemdes Kebongunung baru saja menggelar panen raya jagung dari hasil program ketahanan pangan. Kepala Desa Kebongunung Fatah Kusumo Handogo menyampaikan, program tersebut merupakan alokasi dari Dana Desa (DD) 2023 di lahan persawahan alas wetan Dusun Ngaglik, Desa Kebongunung.
"Alokasi DD tersebut dibagi menjadi dua program kegiatan, yaitu untuk ketahanan pangan nabati sekitar Rp 7 juta untuk penanaman jagung di luas lahan sekitar 1.150 meter. Kemudian, untuk ketahanan pangan hewani sekitar Rp 40 juta yaitu menebar bibit ikan nila di Embung Puntuk," bebernya Jumat (17/5).
Diungkapkan, lahan yang digunakan untuk menanam jagung tersebut adalah TKD. Harapannya, tanah tersebut dapat bermanfaat untuk menggeliatkan perekonomian warga di Desa. Kebonagung.
"Tanah itu (lahan persawahan alas wetan Dusun Ngaglik) dikontrak oleh PKK pojka desa untuk program ketahanan pangan dengan melaksanakan penanaman bibit jagung. Sudah panen pertama, ke depan akan berkesinambungan dan berkelanjutan untuk kegiatan ibu-ibu PKK," ungkap dia.
Selanjutnya, TKD tersebut akan ditanami jagung kembali. Namun, ke depan pihaknya akan lebih menggali pangsa pasar yang ada. "Tidak menutup kemungkinan untuk menanam tanaman lain yang menghasilkan dan bisa mengangkat potensi desa," kata Fatah.
Sementara, Camat Loano Kusairi sangat menyambut baik inisiasi yang dilakukan oleh Pemdes Kebongunung. Menurutnya, desa tersebut berhasil jalam menjalankan program ketahanan pangan dari DD.
Dia berharap, kegiatan tersebut dalat ditingkatkan lagi untuk kesejahteraan masyarakat Desa Kebongunung. "Kami sangat mengapresiasi karena Pemdes Kebongunung telah menggandeng PKK dan wanita tani Mekarsari untuk berkontribusi dalam program ketahanan pangan," sebutnya.
Menurutnya, hal itu adalah sinergi dalam pemberdayaan masyarakat. Kusairi berharap, kegiatan tersebut dapat berkelanjutan dan melibatkan seluruh komponen masyarakat.
"Jadi, seluruh masyarakat bisa ikut merasa kegiatan atau program yang tengah dilaksanakan oleh pemerintah desa," tandas dia. (han/pra)
Editor : Heru Pratomo