MUNGKID - Perayaan Tri Suci Waisak 2568 BE/2024 yang dipusatkan di Candi Borobudur, diperkirakan bakal dihadiri sekitar 25 ribu biksu maupun umat Buddha dari sejumlah negara.
Saat ini, panitia mulai mempersiapkan tempat dan memasang spanduk di sepanjang jalan menuju Candi Borobudur.
Koordinator Humas Waisak Nasional 2568 BE/2024 Eric Fernando mengutarakan, tahun lalu ada sekitar 20 ribu biksu dan umat Buddha yang mengikuti prosesi kirab Waisak dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur.
"Tahun ini, prediksi kami bisa naik, mungkin sekitar 25 ribu - 30 ribu yang akan hadir pada hari H Waisak," jelasnya, Kamis (16/5/2024).
Rangkaian kegiatan untuk perayaan Tri Suci Waisak di Candi Borobudur masih sama seperti tahun sebelumnya.
Mulai dari bakti sosial pengobatan gratis, Nyingma Monlam Indonesia, Festival Larung Pelita Purnama Sidhi, dan Festival Merti Karuna Bumi.
Kemudian, Borobudur World Peace & Prosperity Event, Festival Bhumi Mandala, serta pawai budaya Padmastana dari Candi Mendut ke Candi Borobudur.
"Kami juga kedatangan para biksu thudong yang melakukan praktik pelatihan diri. Berjalan kaki dari Semarang menuju Candi Borobudur," sebutnya.
Ada sekitar 40 biksu thudong dari Singapura, Malaysia, Thailand, dan Indonesia.
Lalu, ada pengambilan Api Dharma di Mrapen, Grobogan serta pengambilan Air Berkah dari Umbul Jumprit, Temanggung. Lalu, dilanjutkan dengan ritual pensakralan di Candi Mendut.
Umat Buddha yang ingin mengikuti prosesi kirab Waisak dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur dapat berkumpul di Candi Mendut dari siang hari.
Prosesi itu akan dimulai pukul 14.30 dan dilanjutkan dengan ibadah menjelang detik-detik Waisak yang akan jatuh tepat pukul 20.52.42 di Lapangan Kenari Zona I Candi Borobudur.
Sementara itu, Pj Bupati Magelang Sepyo Achanto mengatakan, pemkab siap mendukung perayaan Waisak yang saban tahun dipusatkan di Candi Borobudur.
Dengan begitu, dapat menambah pendapatan masyarakat setempat. Karena praktis akan menikmati sajian kuliner dan wisata di Kabupaten Magelang.
Masyarakat juga diminta untuk menangkap peluang tersebut.
"Dengan banyaknya umat maupun wisatawan di Candi Borobudur, diharapkan dapat tinggal dan menikmati potensi yang ada di Kabupaten Magelang," paparnya. (aya)
Editor : Meitika Candra Lantiva