Pemukiman ini dihuni oleh beberapa keluarga yang hidup tanpa aliran listrik.
Jarak pemukiman ini dengan perkampungan terdekat cukup jauh, sekitar 6 kilometer dari Desa Sugih Manik dan 4 kilometer dari Kedung Jati.
Dilansir dari Instagram @infogrobogan.id, Lahan yang ditempati oleh warga ini merupakan milik PT KAI. Mata pencaharian utama mereka adalah bertani jagung, pisang, dan berternak.
Saat ini, terdapat 4 kepala keluarga (KK) yang tercatat sebagai warga Dusun Rejosari, dan sisanya adalah warga Kecamatan Kedung Jati.
Karena tidak ada aliran listrik, warga di sini memanfaatkan panel surya untuk memenuhi kebutuhan listrik mereka.
Salah satu warga, Saiman, menjelaskan bahwa panel surya ini mereka beli di toko online dengan harga sekitar Rp 400.000.
Panel surya ini berfungsi untuk mengubah sinar matahari menjadi energi listrik, yang kemudian disimpan dalam aki.
Listrik tenaga surya ini digunakan untuk menerangi rumah dengan empat lampu LED.
Bagi warga yang tidak memiliki panel surya, mereka mendapatkan aliran listrik dari tetangga.
Lasipah, seorang gadis berusia 73 tahun, mengaku sudah tinggal di daerah tersebut sejak kecil.
Dia berasal dari Desa Karangsono, Kecamatan Karangrayung.
Watga mengaku bahwa dulu pihak PLN pernah datang ke sana untuk memasang listrik, namun tidak bisa dilakukan karena biaya yang mahal dan status tanah yang bukan milik mereka.
Editor : Bahana.