Sepanjang Jalan Urip Sumoharjo dipadati penonton yang semangat mendukung Timnas Indonesia melawan Uzbekistan pada Senin (29/4) malam.
Rupanya, usai kegiatan nobar semalam para supporter menyisakan sampah berserakan di kawasan Alun-Alun Purworejo khususnya di sisi timur.
Yakni, didominasi oleh sampah-sampah plastik.
"Kegiatan nobar semalam menghasilkan 60 kilogram (kg) sampah," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan (DLHP) Purworejo Wiyoto Harjono saat dikonfirmasi Radar Jogja, Selasa (30/4).
Meski menyisakan puluhan kg sampah, petugas dari DLHP Purworejo pada malam itu juga langsung bergerak cepat tangani sampah-sampah tersebut.
Sehingga, lokasi bekas nobar pada pagi harinya sudah bersih dan tidak mengganggu aktivitas serta mobilitas masyarakat.
Pantauan Radar Jogja pada Selasa (30/4) pagi di sepanjang jalan lokasi bekas nobar pertandingan semalam dari depan Kantor Pos Purworejo hingga perempatan Guna Karya tampak sudah bersih.
Baca Juga: 5 Tempat Outbound di Jogja yang Bikin Liburan Keluarga Makin Seru dan Berkesan! Kamu Wajib Coba!
Lalu lintas dan aktivitas masyarakat juga lancar tak ada pemandangan sampah berserakan yang mengganggu masyarakat.
"Kami menyiapkan satu truk dan tujuh personel untuk pembersihan. Tapi (sampah) tidak penuh satu dump truk," ujar Wiyoto.
Dia menyampaikan, jumlah tersebut tidak terlalu banyak dan tidak begitu signifikan mempengaruhi sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir (TPA) Jetis yang berlokasi di Desa Jetis, Loano, Purworejo.
"Tidak begitu mempengaruhi. Jumlahnya tidak terlalu banyak dan dominan sampah plastik," ungkap dia.
Baca Juga: 6 Zodiak yang Terlahir Sebagai Master Pemecah Masalah Alami! Siapakah Mereka?
Diketahui, sampah yang masuk dan ditangani di TPA Jetis Purworejo saat ini mencapai 70 ton sampah per hari. Sebagian besar adalah sampah anorganik.
Editor : Bahana.