Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Golden Time Waktu Tiba Tsunami sekitar 30 Menit, Siswa Diedukasi Menyelamatkan Diri

Jihan Aron Vahera • Senin, 29 April 2024 | 22:24 WIB

Para siswa SMP N 2 Purworejo berlari sembari melindungi kepala saat mengikuti simulasi gempa bumi oleh BPBD Purworejo dan BMKG Banjarnegara, Senin (29/4).
Para siswa SMP N 2 Purworejo berlari sembari melindungi kepala saat mengikuti simulasi gempa bumi oleh BPBD Purworejo dan BMKG Banjarnegara, Senin (29/4).
RADAR JOGJA, PURWOREJO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo berikan simulasi dan edukasi terkait bencana gempa bumi kepada siswa SMP N 2 Purworejo pada Senin (29/4).

Kegiatan itu digelar dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2024.

Ratusan siswa memperagakan simulasi yang diberikan oleh BPBD Purworejo dan BMKG Banjarnegara.

Yakni, mulai dari mitigasi yang harus dilakukan, bagaimana cara penyelamatan diri seperti bersembunyi di kolong meja hingga berlari ke tempat yang aman jauh dari pohon.

Kepala Pelaksanaan BPBD Purworejo Haryono menyampaikan, simulasi penanganan gempa bumi digelar untuk mengingatkan masyarakat agar selalu waspada saat terjadi bencana gempa bumi.

"Ini salah satu upaya kami mengedukasi masyarakat karena kita hidup di daerah rawan bencana. Agar masyarakat khususnya para siswa tahu penyelamatan dan mengerti teknis dalam mencari titik aman," ujarnya Senin (29/4).

Dikatakan, kegiatan simulasi dan edukasi tersebut dia mulai dari SMP N 2 Purworejo.

Ke depan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Purworejo agar dapat menggandeng sekolah-sekolah agar teredukasi.

"Karena dari hasil mitigasi kami paling banyak korban adalah anak sekolah," ungkap Haryono.

Dia berharap, dengan adanya simulasi dan edukasi tersebut memberikan gambaran terkait bencana gempa bumi, sehingga masyarakat mengetahui persis upaya penyelamatan mandiri dan mengurangi risiko.

"Kami mengimbau masyarakat harus bersinergi agar masyarakat paham betul dalam menanggulangi bencana dan kemungkinan potensi yang ada," ajak dia.

Sementara, Staff Operasional BMKG Banjarnegara Yusuf Nur perkasa menyampaikan, di Jawa Tengah ada empat kabupaten yang rawan tsunami karena termasuk wilayah pesisir selatan dan dekat dengan lempeng megathrust.

Adapun empat kabupaten tersebut antara lain Cilacap, Kebumen, Wonogiri, dan Purworejo.

"Khusus purworejo, kami sudah memodelkan untuk skenario terburuk gempa megathrust di Kabupaten Purworejo bisa mencapai sekitar 8,7 magnitudo, dengan ketinggian tsunami 17-18 meter," ujarnya. Dengan ketinggian tersebut, radius kurang lebih 9 kilometer ke arah kota.

Pihaknya juga telah menghitung golden time waktu tiba tsunami sekitar 30 menit.

Untuk simulasi biasanya kami berlari dari wilayah pesisir sampai ke tempat evakuasi pertama.

"Wilayah yang paling berisiko adalah Kecamatan Ngombol, Purwodadi, dan Grabag," sambung Yusuf.

Dikatakan, di 2024 ini, pihaknya akan membuat sekolah lapangan gempa bumi dan tsunami di Kecamatan ngombol.

Kegiatan itu bertujuan untuk mengedukasi warga yang ada di wilayah rawan.

"Kami mengimbau masyarakat persisir agar lebih waspada. Jangan sampai lengah karena yang paling utama adalah evakuasi diri sendiri," imbaunya.

Waka Kurikulum SMP N 2 Purworejo Bambang Susilo sangat mengapresiasi adanya kegiatan sosialisasi dan edukasi terkait bencana gempa bumi dari BPBD Purworejo dan BMKG.

Setidaknya, ada sekitar 630 siswa yang mengikuti kegiatan tersebut.

Menurutnya, kegiatan tersebut sangat bermanfaat karena keluarga besar SMP N 2 Purworejo mendapatkan pengetahuan terkait mitigasi hingga simulasi penyelamatan.

"Harapannya ke depan kami bisa mengadakan kegiatan serupa paling tidak dua kali dalam setahun. Dengan begitu, kami menjadi lebih siap jika terjadi gempa bumi," katanya. 

Editor : Bahana.
#SMPN 2 Purworejo #tsunami #gempa #gempa bumi #waktu #pohon #Golden Time #BPBD Purworejo