RADAR JOGJA-Setelah penyakit mulut dan kuku (PMK) menyerang sejumlah peternakan sapi di Kabupaten Boyolali, hasil produksi susu di wilayah tersebut belum sepenuhnya pulih kembali.
Tingkat produksi susu sapi di Boyolali mengalami penurunan yang cukup drastis. Yaitu dari yang semula mencapai 51,9 juta liter pada tahun 2022, kini menurun menjadi 38,8 juta liter di tahun 2023.
Baca Juga: Ruben Amorim Terbang ke Inggris, Tapi Ternyata Bukan ke Liverpool
Berdasarkan data dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Boyolali, sebaran sapi perah melingkupi wilayah lereng Merapi dan juga Merbabu.
Mulai Kecamatan Gladagsari, Ampel, Cepoga, Selo, Musuk, Tamansari sampai Mojosongo.
Baca Juga: Rancangan Peraturan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Tentang Pembangunan Kepemudaan
“Saat ini, jumlah sapi perah di Kabupaten Boyolali mencapai 59.389 ekor. Kami terus mendorong peningkatan pengolahan susu,” jelas Kepala Disnakan Boyolali Lusia Dyah Suciati, melansir dari laman Radar Solo. ***
Editor : Iwa Ikhwanudin