Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tak Ingin Disebut Kaum Rebahan, Pecinta Esport Sering Gelar Even Bergengsi, Sebagai Wadah Aktivitas Gaming agar Lebih Terarah

Muhammad Hafied • Minggu, 21 April 2024 | 16:10 WIB
INDUSTRI KEKINIAN: Esport Indonesia Kebumen memfasilitasi berbagai even pertandingan gaming agar maniak game terakomodir. (M Hafied/Radar Jogja)
INDUSTRI KEKINIAN: Esport Indonesia Kebumen memfasilitasi berbagai even pertandingan gaming agar maniak game terakomodir. (M Hafied/Radar Jogja)

RADAR JOGJA - Bagi anggota Esport Indonesia (ESI) Kebumen tak sepakat bermain game online selalu identik dengan aktivitas negatif. Mereka tak ingin permainan game dijadikan kambing hitam hanya karena melihat satu sudut pandang.

Pengurus Esport Indonesia (ESI) Kebumen Wiwit Cahyo Widodo menganggap, kehadiran game yang kini digandrungi mayoritas kalangan muda justru sebagai sebuah peluang. Dari game mereka juga bisa saling bertemu dan berkenalan antartim. Yang lebih utama adalah game ini ternyata mampu memberikan nilai ekonomi.

"Misal cuma lihat sekilas memang sering dibilang kaum rebahan. Tapi sebenarnya banyak multiplier effect. Kalau ada turnamen, itu uang muter banyak," katanya, Jumat (19/4).

Cahyo membeberkan, industri gaming di Indonesia terutama di Kebumen terus tumbuh dan berkembang. Terbukti, jika merujuk data Indonesia Esports Premier League (IESPL), bahwa Indonesia berada di urutan 12 pasar gaming dunia. Adapun jumlah pemain game aktif ditaksir mencapai lebih dari 62 juta orang.

Bahkan, lanjut Cahyo, saat sektor lain tumbang akibat pandemi pada 2019, industri gaming justru terus tumbuh. Lebih tepatnya mampu menghasilkan $1,04 miliar. Atas kondisi ini, dia optimistis gaming merupakan instrumen tak terpisahkan dari perputaran ekonomi. "Kalau sudah tim besar, pendapatan sampai ratusan juta. Bisa rekrut pemain, pekerja dan sebagainya. Nah tugas kami memfasilitasi supaya atlet dari Kebumen dilirik tim besar," jelasnya.

Sejauh ini, lanjut Cahyo, komunitas Esport di Kebumen terus memfasilitasi ajang turnamen esport di berbagai jenjang. Mulai dari pelajar, mahasiswa dan tingkat umum. Biasanya komunitas ini banyak menerima permintaan sebagai pihak penyelenggara turnamen saat peringatan hari besar.

Cahyo bersyukur, sekarang banyak pihak yang mempercayakan ESI Kebumen sebagai penyelenggara. Dia bercita-cita dalam waktu dekat dapat menggelar turnamen esport tingkat nasional di Kebumen. "Timbang main di emperan rumah, kami buat wadah supaya aktivitas gaming masyarakat lebih terarah. Sudah banyak instansi yang gandeng kami untuk kegiatan," kata Cahyo.

Sekda Kebumen Edi Riyanto menyambut baik gelaran turnamen esport yang digagas pegiat game yang tergabung dalam komunitas. Menurutnya, sejauh ini turnamen game di Kebumen memang masih minim. Dari turnamen tersebut tentu akan muncul atlet potensial yang fokus membidani esport. "Bisa sebagai barometer di Kebumen, khususnya di bidang esport," jelas Edi saat membuka kegiatan MLBB PWI Championship belum lama ini.

Edi mengatakan, selain sebagai ajang penyaluran bakat generasi muda di bidang esport. Pemerintah daerah juga perlu hadir untuk memberikan dukungan. Terlebih secara nasional esport sudah masuk even olahraga resmi. Pemkab, kata Edi, juga berencana akan menggelar turnamen esport resmi secara berjenjang mulai dari tingkat pelajar. "Pemkab bisa dapat gambaran bahwa esport itu punya peluang. Yang penting mereka itu mampu mengelola waktu. Tidak cuma game, tapi akademik harus dipikirkan," bebernya. (fid/eno)

 

Editor : Satria Pradika
#esport indonesia #Wiwit Cahyo Widodo #game online