Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Biksu Thudong Asal Thailand Akan Jalan Kaki Lagi ke Candi Borobudur pada Perayaan Waisak, Ini Maknanya

Naila Nihayah • Jumat, 19 April 2024 | 07:05 WIB
INOVATIF: Yomi Windi Asri saat menunjukkan produk Langis yakni sabun ramah lingkungan berbahan dasar minyak goreng bekas atau jelantah.(IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA)
INOVATIF: Yomi Windi Asri saat menunjukkan produk Langis yakni sabun ramah lingkungan berbahan dasar minyak goreng bekas atau jelantah.(IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA)

 

RADAR JOGJA - Perayaan Tri Suci Waisak 2568 BE/2024, ada 24 biksu Thudong asal Thailand dan Indonesia yang akan berjalan kaki menuju Candi Borobudur dan Candi Muaro Jambi. Rencananya, mereka akan tiba di Candi Borobudur pada 20 Mei 2024 dan berpartisipasi menyukseskan serangkaian kegiatan Waisak.

Untuk diketahui, thudong merupakan sebuah perjalanan dengan berjalan kaki dan melakukan beberapa praktik spiritual  lainnya. Candi Borobudur dan Candi Muaro Jambi sendiri terbentang jarak lebih dari 1.300 kilometer (km).

Wakil Ketua Panitia Waisak Nasional 2568 BE/2024 YM Bhikkhu Dhammavuddho Thera mengatakan, tradisi Thudong yang dilakukan oleh para biksu tersebut untuk belajar bersabar. Karena Sang Buddha mengatakan bahwa kesabaran adalah praktik dharma yang paling tinggi.

thudonBaca Juga: Prosesi Thudong dari Candi Ngawen ke Candi Borobudur, Upaya Dibukanya Jalur Spiritual Baru

Menurutnya, di zaman modern sekarang, tradisi thudong harus tetap dilestarikan. Akan tetapi, karena saat ini sudah berdiri vihara-vihara dan didukung oleh berbagai fasilitas, maka tradisi thudong boleh dikatakan sebagai sebuah rangkaian perjalanan dengan mempraktikkan ajaran Buddha.

"Misalnya dalam rangka Waisak 2024,  untuk pertama kalinya biksu sangha berjalan kaki menyusuri dua candi besar di Indonesia. Yakni menuju ke Candi Borobudur dan Candi Muaro Jambi," bebernya, Kamis (18/4).

Ketua Panitia Thudong 2024 Susy Yang menuturkan, rangkaian perjalanan thudong ini selain untuk melestarikan nilai-nilai keteladanan Sang Buddha Gautama, juga untuk mengkampanyekan toleransi beragama yang ada di Indonesia.

Baca Juga: Memiliki Sejumlah Kecamatan, Ini Kemacatan Paling Ramai di Kabupaten Bantul

"Semoga ini menjadi inspirasi bagi kita semua. Tunjukkan pada dunia, inilah wajah asli Indonesia yang penuh toleransi, kita dapat hidup rukun berdampingan meskipun berbeda-beda keyakinan dan kepercayaan," ujarnya.

Dia menyebut, thudong kali ini mengusung tema 'Perjalanan dengan Kesadaran Keberagaman untuk Jalan Hidup Luhur, Harmonis dan Bahagia'.

Maknanya merujuk pada sebuah upaya untuk membangkitkan pemahaman atas proses perkembangan yang mengintegrasikan keberagaman dalam perjalanan hidup. Yang ditandai oleh nilai-nilai luhur, harmonis, dan kebahagiaan.

Adapun para biksu thudong memulai perjalanan menuju Jakarta pada 14 Mei 2024. Di hari berikutnya, ada seremoni pembukaan perjalanan buksi thudong di Kantor Kementerian Agama, lalu dilanjutkan menuju Vihara Buddha Jayanti Wungkal Kasap, Semarang.

Baca Juga: Berharap Menang di Piala Asia, Pemkab Kebumen Sediakan Videotron Fasilitasi Nobar Tim U-23 Indonesia vs Australia

Kemudian, pada 16 Mei 2024, para biksu berjalan menuju Kelenteng Hok Tik Bio, Ambarawa. Lalu, menuju Wisma Bhikkhu Jayawijaya, Temanggung pada 18 Mei 2024. Perjalanan itu dilanjutkan di hari berikutnya menuju Kelenteng Liong Hok Bio, Magelang.

Rencananya, biksu thudong tiba di Candi Borobudur pada 20 Mei 2024. Keesokan harinya, mereka mengikuti ritual pensakralan api dharma di Candi Mendut. Pada 22 Mei, ada ritual pensakralan air berkah di Candi Mendut.

Selanjutnya, pada 23 Mei, mereka mengikuti kirab Waisak dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur. Sembari menunggu detik-detik Waisak yang jatuh pada pukul 20.52.42. Lalu, pada 24 Mei 2024, mereka melanjutkan perjalanan menuju Vihara Vimuttara Jambi.

Pada 25 Mei, biksu thudong melangsungkan pindapatta dan Waisak di Vihara Vimuttara Jambi. Mereka di sana hingga 28 Mei 2024 dan melanjutkan perjalanan menuju Jakarta untuk mengikuti perayaan Waisak. Lalu, pada 30 Mei 2024, biksu thudong kembali ke daerah asal masing-masing. (aya)

Editor : Heru Pratomo
#Candi Borobudur #Muaro Jambi #buddha #biksu thudong #waisak #thailand