RADAR JOGJA-Pembangunan talut penyangga jalan Beji-Pojok yang berlokasi di wilayah Mojoroto, Kecamatan Mojogedang mengalami kerusakan. Padahal, talut tersebut masih dalam tahap pembangunan.
Diketahui, bahwa pelaksana proyek masih dalam tahap penanganan long segment atau pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala, peningkatan atau rekontruksi pada ruas jalan Beji-Pojok. Nilai kontraknya memakan biaya hingga Rp 7,7 miliar.
Baca Juga: Wajib Dicoba! Ini Dia 3 Manfaat Brokoli bagi Kesehatan Salah Satunya Baik untuk Kesehatan Jantung
Menurut pengakuan dari salah satu warga sekitar, Slamet Riyadi, talut tersebut mengalami kerusakan atau ambrol pada hari Senin (15/4) siang. Kuat dugaan, pihak penyedia jasa tidak memperhatikan pembangunan lapis fondasi agregat (LPA). Selain itu, ia juga menduga pembangunan yang dilaksanakan terkesan asal-asalan hingga akhirnya membuat talut itu ambrol.
Baca Juga: Kuliah di Jogja, Mahasiswa Luar Daerah Wajib Belajar Unggah Ungguh
“Kemungkinan bahan yang digunakan dalam pembuatan talut memang tidak sesuai dengan spesifikasi bangunan. Kemudian juga dalam pembangunan jalan tersebut tidak memperhatikan teknis dalam pembangunannya,” jelas Slamet.
Mengetahui hal tersebut, kemudian Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Karanganyar pun segera melakukan pengecekan. Lalu didapat bahwa proyek tersebut ternyata baru mencapai 50%.
Baca Juga: Persija v Persis: Thomas Doll Incar Tiga Poin Meski Materi Pemain Terbatas
Sutopo, selaku Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat (DPUPR) Kabupaten Karanganyar mengungkapkan , bahwa setelah dilakukan proses pengecekan, ditemukan penyebab utama ambrolnya talut penyangga jalan Beji-Pojok yaitu karena terjadinya banjir.
Baca Juga: Borneo FC v Madura United: Laskar Sape Kerab Incar Posisi Empat Besar
“Karena hal itulah kemudian talut terdorong limpahan air. Nanti akan segera diperbaiki. Sedangkan saluran irigasi yang rusak ditangani oleh UPT dengan membangun tanggul sementara, sehingga nantu tidak melimpah ke pembangunan jalan yang saat ini masih dikerjakan,” jelasnya. ***
Editor : Iwa Ikhwanudin