Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jangan Sampai Terlewat, Dalam Rangka Grebeg Syawalan, Pemkab Klaten Siapkan 25 Gunungan Ketupat dan 1.000 Paket Ketupat Siap Santap

Retno Nawangwulan • Selasa, 16 April 2024 | 18:43 WIB
Objek wisata Bukit Sidoguro yang berlokasi di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat akan menjadi lokasi tradisi grebeg syawalan pada Rabu (17/4) besok
Objek wisata Bukit Sidoguro yang berlokasi di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat akan menjadi lokasi tradisi grebeg syawalan pada Rabu (17/4) besok

RADAR JOGJA-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten akan mengadakan tradisi grebeg syawalan. Tradisi tersebut akan dilaksanakan dengan kirab gunungan ketupat di objek wisata Bukit Sidoguro, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat pada Rabu, 17 April besok. Diketahui, acara tersebut akan dihadiri oleh bupati dan juga wakil bupati Klaten.

Sri Nugroho, selaku Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Klaten menjelaskan, bahwa tradisi tersebut termasuk event pariwisata dalam rangka Tradisi Syawalan Tahun 1445 H.

Baca Juga: Prediksi Manchester City v Real Madrid: Akankah Sejarah 4-0 di Etihad Akan Terulang

“Untuk tradisi grebeg syawalan akan dirangkai dengan halal bihalal antara bupati Klaten dengan masyarakat. Kegiatan akan dimulai pada pukul 09.00,” jelas Kepala Disbudporapar Klatem Sri Nugroho, pada Senin (15/4/2024).

Ia juga menjelaskan, sebanyak 25 gunungan tersebut akan diperebutkan oleh masyarakat. Walaupun begitu, pemkab juga masih akan menyiapkan 1.000 paket ketupat siap santap.

Baca Juga: Catat Baik - Baik! Ini Dia 3 Cara Membuat Anak Bahagia Meski Hidup Sederhana

Setibanya di lokasi acara, bupati beserta rombongan akan disambut oleh pementasan tarian selamat datang. Setelah itu, dilanjutkan dengan penyerahan gunungan ketupat dari delegasi ke bupati.

“Grebeg syawalan sebagai wujud rasa syukur kepada Allah Subhannahu Wa Ta’ala. Dikarenakan kita telah melaksanakan ibadah puasa sekaligus sebagai perayaan kemenangan telah melewati bulan Ramadhan,” ungkap Sri Nugroho melansir dari laman Radar Solo.

Baca Juga: Manfaat Labu Siam sebagai Makanan Pendamping ASI yang Jarang Diketahui, Yuk Simak

Sri Nugroho menjelaskan, grebeg syawalan adalah tradisi tahunan yang digelar setiap usai Lebaran. Rangakaian tradisi yang ada di dalamnya merupakan upaya untuk melestarikan warisan leluhur. Selain itu, tradisi grebeg syawalan juga menjadi sarana silaturahmi sekaligus ajang untuk saling memaafkan. ***

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gunungan Ketupat #klaten #lebaran