Padahal rencananya sapi tersebut akan dijual untuk ongkos tambahan ibadah haji.
Kejadian nahas tersebut terjadi pada Minggu (14/4/2024) sekitar pukul 03.00. Pelaku diduga membuka pintu kandang yang berada di sisi kiri rumahnya.
Tali yang ada di leher sapi, diputus. Kemudian, pelaku diduga menuntun sapinya menuju jalan masuk wilayah Kecamatan Bandongan.
Istri Asmuni, Rundiyah, 55 mengatakan, sapi betina yang berusia empat tahun itu dipelihara sejak kecil. "Pelihara sejak masih pedet (anak sapi, Red), dulunya induknya dijual.
Terus anaknya dipelihara, rencana buat sangu (bekal, Red) haji," kata Rundiyah, Senin (15/4/2024).
Sapi tersebut dulunya pernah disuntik kawin tiga kali, tapi tidak bunting.
Namun, betapa kagetnya Asmuni saat mengetahui sapinya tidak berada di kandang pada Minggu (14/4/2024) sekitar pukul 07.00.
Saat itu, sang suami memang tengah berada di kandang sapi yang berada di sisi kiri rumahnya.
"Bapak (Asmuni) teriak-teriak. Ada maling, sapi dicolong. Terus dilacak ada bekas (kaki sapi) dan kotoran jaraknya sekitar 100 meter (dari rumahnya masuk wilayah Kecamatan Bandongan)," ujarnya.
Selain bekas kotoran, kata dia, di jalan yang masuk wilayah Bandongan tersebut ada juga satu sandal diduga milik pelaku pencurian.
Baca Juga: Cuaca Tidak Menentu Bisa Menyebabkan Sakit Tenggorokan, Berikut Cara Mengatasinya
"Ya kalau perkiraan (dijual) Rp 20 jutaan laku," sambungnya.
Terkait pencurian sapi tersebut, Ps Kapolsek Windusari Endro Suryanto mengutarakan, kasus tersebut masih dalam penyelidikan.
"Kami koordinasi dengan Buser Polresta Magelang. Pencurian itu diketahui sudah pagi saat Pak Asmuni mau memberi makan, baru tahu kalau sapinya sudah tidak ada," paparnya.
Editor : Bahana.