Patroli terus dilakukan selama libur Lebaran 2024 sebagai bentuk antisipasi kecelakaan laut.
Kasi Humas Polres Kebumen AKP Heru Sanyoto mengungkapkan, pengamanan intensif dilakukan karena masih ditemukan warga yang nekat mandi di laut.
Padahal kondisi ombak pantai selatan sering tak menentu.
"Kami patroli, lalu mengingatkan wisatawan agar tidak mandi di laut," jelas AKP Heru, Jumat (12/4).
Heru menjelaskan, misi patroli polwan tersebut membawa pesan peringatan agar masyarakat tak mandi di laut.
Polwan ikut berjibaku menghalau wisatawan agar menjauh dari bibir pantai.
Selain itu petugas juga telah memasang papan larangan di sepanjang pantai selatan.
"Mandi di laut sangat berbahaya. Tak sedikit korban ditemukan meninggal karena terseret ombak," sambungnya.
Patroli berkala, kata Heru, dinilai salah satu cara efektif mengurangi potensi kecelakaan laut.
Tak segan polwan juga menegur wisatawan yang asyik bermain air di tepi pantai.
Baca Juga: Waduh, Pesisir Pantai Glagah Kulon Progo Yogyakarta Dipasangi Police Line, Ini Penyebabnya
Perlakuan ini tak lain agar libur lebaran tidak berujung petaka.
"Semua lokasi wisata pantai disambangi Polwan. Kami bagi, lalu para polwan patroli di tepi-tepi pantai," ungkap AKP Heru.
Heri menyebut, setiap tahun korban meninggal karena kecelakaan laut terus bertambah.
Ancaman bahaya terus mengintai para wisatawan yang nekat mandi di laut.
Oleh karena itu, polwan tak henti melakukan penyisiran di tepi pantai sembari memberikan edukasi bahaya mandi di laut.
Dia menjelaskan, sebuah anggapan keliru manakala masyarakat melakukan ritual mandi di laut ketika lebaran.
Sebab tradisi ini cukup berbahaya karena sudah banyak menimbulkan korban.
"Kami harus mengambil sikap tegas, agar tidak selalu terulang (kecelakaan air). Tujuan utamanya untuk keselamatan para wisatawan itu sendiri," pungkasnya. (fid)
Editor : Bahana.