Masih sama seperti hari biasa, yakni 1.200 orang dalam satu hari.
Adapun tiket untuk naik candi tersebut hanya bisa diperoleh secara online melalui website tiketcandi.borobudurpark.com.
Sampai saat ini, sudah ada sejumlah calon wisatawan yang melakukan reservasi.
General Manager TWC Unit Borobudur Jamaludin Mawardi mengutarakan, dalam sehari wisatawan hanya mendapatkan kesempatan naik candi sebanyak 1.200 orang.
Atau 150 orang dalam satu waktu dan dibagi menjadi 8 sesi, mulai 08.30 – 16.30. Wisatawan akan mendapatkan sandal upanat dan pendampingan pemandu wisata selama naik candi.
Bagi mereka yang tidak mendapatkan kesempatan tersebut, wisatawan bisa memilih kunjungan pada hari lain. Pun bisa menikmati kemegahan Candi Borobudur di pelataran atau halaman candi.
Dia menyebut, masa ramai kunjungan ke Candi Borobudur diperkirakan berlangsung selama 10 hari. Mulai dari 8-17 April 2024.
Selama itu, kunjungan wisatawan di halaman candi ditargetkan mencapai 97.400 wisatawan.
Rinciannya, 4.400 wisatawan mancanegara (wisman) dan sisanya wisatawan domestik.
Dia memprediksi, puncak masa ramai itu bakal terjadi pada hari keempat Lebaran. Atau sebanyak 14.500 wisatawan.
“Tahun ini kami tidak muluk-muluk (menargetkan kunjungan) karena melihat di tahun kemarin pada periode yang sama hanya 92 ribu. Kalau tahun ini, kira-kira akan naik 5 persen. Kalau benar ada lonjakan pemudik, harapannya menjadi surprise bagi kami,” ungkapnya saat ditemui, Kamis sore (4/4/2024).
Dia mengakui, manajemen belum berani mematok target kunjungan lebih banyak. Sebab ada beberapa faktor yang melatarbelakanginya.
Seperti pembatasan naik candi yang disinyalir dapat berpengaruh terhadap minat calon wisatawan untuk berkunjung.
Selain itu, isu soal wacana harga tiket naik candi Rp 750 ribu masih mengemuka di masyarakat. Isu tersebut belum sepenuhnya hilang.
Jamaludin pun masih menjumpai beberapa wisatawan yang mengira harga tiket masuknya Rp 750 ribu.
Padahal, tiket masuk Candi Borobudur tidak ada kenaikan, yakni sebesar Rp 50 ribu.
Namun, bagi wisatawan yang ingin naik ke struktur candi, ada biaya tambahan Rp 100 ribu per orang. Sehingga menjadi Rp 150 ribu per orang.
Untuk menghibur wisatawan, TWC telah mempersiapkan sejumlah atraksi. Mulai dari pentas kesenian, musik, tarian, hingga edukriya.
Selain itu, ada sejumlah persiapan yang dilakukan untuk menyambut para pelancong. Seperti dari sisi keamanan yang menggandeng polisi dan TNI.
Kemudian, saat ini tengah berlangsung proyek penataan di zona II Candi Borobudur. Sehingga nantinya ada bagian yang dapat mempengaruhi akses wisatawan ke area tersebut.
“Namun, selama masa ramai Lebaran ini, kami melokalisir area mana saja yang akan dikerjakan dan tidak diakses wisatawan,” bebernya.
Sementara terkait dengan jam operasional Candi Borobudur, kata dia, ada penambahan satu jam. Biasanya, wisatawan bisa masuk zona I atau halaman candi pukul 07.00.
Selama masa ramai Lebaran nanti, mereka bisa masuk mulai pukul 06.30. Sedangkan jam tutup yakni 17.30.
“Mudah-mudahan wisatawan tidak kecewa seperti tahun sebelumnya,” imbuhnya.
VP Operation PT TWC Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Leonardus Adityo Nugroho menambahkan, dengan prediksi adanya kenaikan wisatawan di Candi Borobudur, praktis akan berpengaruh terhadap lahan parkir.
Saat ini, lokasi parkir terletak di bagian timur kompleks candi, yakni pintu 1 dan 5.
TWC juga tidak menyiapkan kantong parkir tambahan selama masa ramai tersebut. Mengingat di kompleks Candi Borobudur ada sejumlah pembangunan.
“Sehingga nanti harapannya warga bisa membuka kantong parkir sendiri,” paparnya.
Editor : Bahana.