Kompol Tumanggor bunuh diri dengan cara menembakkan senjata api di bawah dagu hingga tembus ke kepala.
Aksi nekat itu dilakukan di garasi mobil saat akan berangkat kerja di Asrama Akademi Kepolisian (Akpol) Blok K-13 Gajahmungkur, Kota Semarang, Kamis (4/4/2024) sekitar pukul 08.30..
Dari lokasi kejadian, tampak di pintu mobil depan sebelah kiri berceceran darah.
Darah juga terdapat di lantai garasi dan di kursi panjang. Sedangkan senjata api korban tergeletak di atas meja.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Satake Bayu membenarkan kejadian ini. Polisi sedang menyelidiki kasus tersebut.
"Iya benar, saat ini masih dilakukan pemeriksaan dan olah TKP," ujar Satake saat dikonfirmasi.
Namun Kombes Pol Satake Bayu juga masih enggan membeberkan penyebab kematian korban.
Ia mengatakan, kalau saat ini masih dalam penyelidikan kepolisian.
"Diduga ada masalah keluarga," ungkap Kombes Pol Satake Bayu kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (4/4/2024).
Keterangan yang diperoleh Jawa Pos Radar Semarang menyebut korban selama hampir sepekan terlihat berbeda.
Kompol Tumanggor sering berdiam diri, sehingga diduga aksi bunuh diri dilakukan karena depresi.
"Harusnya hari ini beliau tugas piket masuk jam 08.00 pagi. Sudah beberapa hari ini kelihatan beda, banyak diamnya," kata salah satu rekan korban yang enggan disebutkan namanya.
Oleh pihak keluarga, jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Elisabeth Semarang. Sementara, saat ini pihak aparat Inafis masih melalukan olah TKP dan penyelidikan di lokasi kejadian.
Editor : Bahana.