RADAR JOGJA - Polresta Magelang telah memetakan sejumlah jalur yang akan dilalui pemudik pada Lebaran tahun ini.
Pemetaan meliputi rawan macet, kecelakaan, hingga potensi tanah longsor saat arus mudik Lebaran 2024.
Kapolresta Magelang Kombes Pol Mustofa untuk jalur rawan kecelakaan kebanyakan terdapat di Jalan Magelang-Jogja.
Tepatnya dari Kecamatan Salam sampai Mertoyudan. Sebab, banyak u turn atau putaran dan persimpangan di sepanjang jalur tersebut.
Kemudian, jalur Magelang-Semarang dari Kecamatan Secang hingga perbatasan Temanggung.
“Jalur itu banyak u turn dan penyempitan jalan karena parkir kendaraan,” katanya.
Mustofa menambahkan, lokasi rawan longsor kebanyakan di jalur alternatif. Seperti jalur Boyolali-Magelang dan Salatiga-Magelang.
“Tapi, kami sudah mengantisipasi dengan menempatkan pos stasioner apabila terjadi longsor di jalur tersebut. Sehingga kami bisa memberikan imbauan atau peringatan dini bagi pemudik yang mau masuk ke Magelang,” imbuhnya.
Sementara itu, Sektretaris Dishub Kabupaten Magelang Mashadi mengaku telah membuat skema terkait potensi kemacetan di wilayahnya.
Apabila terjadi antrean yang mengular lebih dari 500 meter di traffic light, pihaknya bakal menambah durasi lampu hijau.
“Penambahannya 2 x 10 detik. Kalau belum terurai, kami tambah lagi (durasi lampu hijau). Maksimal 60 detik,” bebernya.
Dia menyebut, durasi penambahan itu dilakukan maksimal 60 detik. Namun, biasanya di angka 40 detik, antrean kendaraan bisa terurai.
Antrean kendaraan itu kerap terjadi di simpang Artos. Ketika ada antrean kendaraan yang mengular, dishub bakal menambah durasi lampu hijau.
Hingga saat ini, dia menyebut, belum ada peningkatan kendaraan arus mudik Lebaran.
“Sampai tadi malam, kami pantau dari Secang, belum ada peningkatan. Masih seperti hari-hari biasa. Per jam, kami pantau terus (arus lalu lintas) di pos pantau. Artinya belum ada pergerakan mudik lebih awal,” ungkapnya.
Dishub memprediksi, ada peningkatan kendaraan yang masuk ke Kabupaten Magelang. Pada 2023 lalu, volume kendaraan yang masuk mencapai 54 ribu.
Nantinya, lanjut dia, akan ada sekitar 58 ribu kendaraan yang masuk ke Kabupaten Magelang.
Jumlah tersebut didominasi kendaraan pribadi. Untuk itu, dishub bakal menambah sejumlah rambu lalu lintas di jalur alternatif.
Selain itu, lanjut Hadi, akan ada rekayasa arus lalu lintas di jalur utama dari Semarang menuju Jogja.
Begitu pula dengan jalur-jalur alternatif dari Salatiga, Purworejo, maupun Boyolali. Bagi kendaraan dari arah Salatiga, akan dipecah dua kali. Di Kaponan Sawangan dan Tegalrejo.
Sementara dari arah Purworejo, dishub bakal memecah kendaraan mulai dari Pasar Babrik Tempuran menuju arah kiri sampai tembus di Kalibening Payaman.
“Untuk menghindari kepadatan arus lalu lintas di Kota Magelang. Begitu juga dari arah Temanggung,” kata dia.
Editor : Bahana.