RADAR JOGJA-Jalur alternatif yang menghubungkan Klaten-Gunungkidul mengalami banyak kerusakan berat. Lokasi tersebut tepatnya berada pada ruas Jalan Raya Pasung, Kecamatan Wedi menuju Wonosari, Gunungkidul. Yaitu dari gapura Desa Pasung.
Terlihat ruas jalan amblas hingga harus diuruk dengan batu padas. Beberapa titik lainnya juga nampak aspal yang telah mengelupas dan bergelombang. Kondisi tersebut membuat para pengendara harus menghindar agar tidak terperosok pada jalan yang rusak. Situasi ini jelas membahayakan bagi pengendara yang melewati jalan tersebut.
“Untuk badan jalan yang amblas sudah terjadi 2 hari lalu. Pemicunya truk muatan material tanah uruk untuk tol. Sempat dikasih penanda pohon pisang tetapi oleh pihak pengelola truk diuruk,” ungkap Mukadi (43 tahun), salah satu warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi badan jalan yang amblas, saat ditemui oleh Radar Solo pada Senin (1/4/2024).
Baca Juga: Tragis! Dokter Cantik Tewas saat Dalam Pengejaran atas Tuduhan Maling Mobil di Jambi
Badan jalan tersebut amblas karena dulunya merupakan bekas sungai. Namun, karena sering dilintasi oleh truk muatan material tol dari arah Gunungkidul menuju Klaten, lama kelamaan tidak kuat menahan hingga akhirnya amblas.
Baca Juga: Hotman Paris Dirampok Eks Karyawan saat Sibuk Sidang MK, Ratusan Juta Raib!
Badan jalan yang amblas tersebut, memiliki lebar hampir lima meter, serta kedalaman mencapai dua meter. Kondisi memprihatinkan tersebut sempat membuat ruas jalan alternatif Klaten-Gunungkidul itu dialihkan pada jalan desa. Sebelum akhirnya diuruk oleh pihak pengelola truk pada Minggu (31/3/2024) sore.
Baca Juga: Fenerbahce Rencanakan Keluar dari Liga Turki Usai Penyerangan Supporter
“Lubangnya cukup dalam. Bahkan dari kejauhan tidak kelihatan. Jadi cukup membahayakan pengendara yang melintas,” jelas Muhkadi.
Ia juga mengungkapkan, bahwa jalan yang mengalami kerusakan tidak hanya pada satu titik saja, akan tetapi di sepanjang jalan penghubung Klaten-Gunungkidul yang berada di Desa Pasung. Bahkan, ada satu titik jalan rusak hingga membuat pengendara harus bergantian melintas.
Kepala Desa Pasung Sumarsono juga membenarkan bahwa Jalan Klaten-Gunungkidul sudah mengalami kerusakan sejak satu tahun ini. Terutama di sepanjang 1 km, akibat sering dilalui oleh truk muatan material berupa tanah uruk untuk jalan tol.
“Kalau setiap harinya ada 100 sampai 200 truk yang melintas. Secara umum kerusakan ini sudah cukup lama. Paling parah di sebelah selatan tetapi masih masuk wilayah Pasung,” kata Sumarsono.
Baca Juga: Meskipun Tergabung di Grup Neraka, Shin Tae-yong Tetap Optimistis dengan Target Timnas Indonesia
Sumarsono juga menjelaskan, bahwa tepat di bawah badan jalan yang amblas terdapat gorong-gorong tidak aktif buatan zaman Belanda yang sudah bisa dilalui, setelah sebelumnya dilakukan penanganan secara darurat.
Menurutnya, Pemerintah Desa Pasung tidak mampu untuk berbuat banyak, dikarenakan jalan tersebut statusnya jalan kabupaten. Meskipun demikian, beberapa titik kerusakan pada Jalan Klaten-Gunungkidul di Desa Pasung telah dilakukan perbaikan.
Ia berharap, agar kerusakan pada Jalan Klaten-Gunungkidul bisa segera diperbaiki. Mengingat Lebaran yang tidak lama lagi. Ruas jalan tersebut ramai dan sering terjadi kecelakaan. Minimal, dengan perbaikan yang dilakukan, jalan tersebut sudahbdapat dilalui saat arus mudik lebaran maupun balik lebaran. ***
Editor : Iwa Ikhwanudin