Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

2.024 Bungkus Jemunak Ludes dalam Hitungan Menit

Naila Nihayah • Senin, 1 April 2024 | 12:50 WIB

 

SEMARAK: Warga Desa Gunungpring dan sekitarnya berebut gunungan jemunak di halaman Masjid Al-Ikhlas, (31/3).
SEMARAK: Warga Desa Gunungpring dan sekitarnya berebut gunungan jemunak di halaman Masjid Al-Ikhlas, (31/3).

RADAR JOGJA - Gerebek jemunak menjadi satu kegiatan yang dinantikan oleh warga Desa Gunungpring, Muntilan dan sekitarnya.

Mereka rela menunggu di sepanjang jalan menuju Masjid Al-Ikhlas demi menyaksikan kemeriahan kirab. Ada 2.024 bungkus jemunak yang dibagikan kepada warga dan ludes kurang dari 10 menit.


Gerebek jemunak ini merupakan satu rangkaian dari Ramadan Festival. Kegiatan tersebut digelar selama dua hari, 30-31 Maret 2024.

Mulai dari lomba mewarnai, pildacil, fashion show, azan, dan ditutup dengan kirab gunungan jemunak.

Jemunak merupakan panganan yang berbahan dasar dari ketela, beras ketan, gula merah, dan kelapa ini memiliki tekstur kenyal.

Dengan rasa manis dari gula merah cair yang disebut kinco. Jemunak tersebut lalu dibungkus dengan daun pisang sehingga terasa lebih gurih.


Kirab tersebut dimulai sekitar pukul 16.30 dari makam Ki Jogo Rekso menuju halaman Masjid Al-Ikhlas sejauh 500 meter.

Kirab dimeriahkan oleh peserta dari berbagai elemen. Ada dua gunungan jemunak sebanyak 2.024 bungkus serta ogoh-ogoh berbentuk jemunak dan ketela.


Ketua panitia Wiwin Setiyawan menuturkan, ada 2.024 bungkus jemunak yang dibagi menjadi dua gunungan. Masing-masing gunungan berisi 1.012 bungkus jemunak dengan tinggi 1,5 meter. "Start dari makam mbah Ki Jogo Rekso Gunungpring sampaj Masjid Al-Ikhlas. Sekitar 500 meter," katanya, kemarin (31/3).


Selain menyemarakkan bulan Ramadan, kegiatan ini juga untuk mengenalkan makanan jemunak kepada warga secara luas.

Selain itu, adanya gerebek jemunak diharapkan dapat membantu menggerakkan roda perekonomian warga sekitar. Serta menarik regenerasi perajin jemunak di kalangan anak muda.

Hanya saja, gunungan jemunak tidak digerebek. Melainkan panitia akan membagikan beberapa jemunak kepada warga yang berada di dekat gunungan.

"(Jemunak) dibagikan. Kalau berebut, bahaya. Nanti malah saling dorong," ungkapnya.

Camat Muntilan Titok Lestianto mengapresiasi kegiatan tersebut. Terlebih, gerebek jemunak ini menyedot antusiasme warga setempat.

"Jemunak itu ujung-ujunge kepenak. Perumpamaannya, dalam berpuasa, kita berusaha untuk menahan. Ujungnya azan magrib dan akan menemukan sesuatu yang enak," kata dia.

Dia berharap, gerebek jemunak ini bakal terus dilaksanakan saban tahun dan tetap lestari. "Harapannya bisa bertahan.

Diadakan setiap tahun sekali. Kalau dipertahankan, nanti akan memberi manfaat bagi semua warga," imbuhnya. (aya/din)

Editor : Satria Pradika
#kirab #Gerebek Jemunak #Desa Gunungpring #muntilan