RADAR JOGJA - Pemkab Sleman mematok target kunjungan wisata selama musim libur Hari Raya Idul Fitri 1445 H sebanyak 450 ribu orang. Target raihan pendapatan ratusan juta turut dipatok dalam masa libur 10 hari itu.
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengatakan, masa libur itu terhitung 5 April sampai 15 April. Wisatawan diharapkan akan meramaikan destinasi wisata yang dikelola pemerintah maupun swasta.
Danang menyebut, dengan melihat panjangnya libur lebaran tahun ini pihaknya juga memprediksi lama tinggal wisatawan di Sleman dapat mencapai 2 sampai 2,5 hari. Serta untuk tingkat okupansi hotel mampu menyentuh persentasi 75 persen sampai 100 persen.
Dengan potensi tersebut, dia pun yakin, perputaran uang di kabupaten Sleman selama libur lebaran dapat bisa mencapai Rp 600 Miliar sampai Rp. 2,8 Triliun. Asumsi itu berdasar dari rata-rata belanja wisatawan yang mencapai Rp 1 Juta sampai Rp 2,5 Juta.
Meliputi belanja akomodasi, makan minum, tiket masuk objek wisata, dan oleh-oleh.“Khusus untuk prediksi retribusi pariwisata di destinasi yang dikelola pemerintah yakni Kaliurang dan Kaliadem pada periode libur Hari Raya antara Rp 90 Juta – Rp 281,24 Juta,” ujar Danang, kemarin (28/3).
Kepala Dinas Pariwisata Sleman Ishadi Zayid menyampaikan, kalau kegiatan pariwisata akan tetap buka selama cuti bersama. Kemudian khusus di Hari Raya Idul Fitri, destinasi wisata di Sleman akan buka mulai dari tengah hari. Lalu untuk wisata Candi Prambanan dan Ratu Boko buka pada hari kedua Lebaran.
Ishadi optimistis target pendapatan dan kunjungan wisatawan itu bisa tercapai. Terlebih wisatawan yang datang ke Kabupaten Sleman nantinya juga akan disuguhi atraksi wisata di Tlogo Putri, Kaliurang selama tiga hari berturut-turut. “Kegiatannya akan ada konser musik Neokustik Band di 13 April. Serta pentas jathilan untuk 14 dan 15 April,’’ bebernya. (inu/din).