Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tradisi Unik Masjid Jami Wali Limbung di Temanggung, yang Digunakan Untuk Nazar Setiap Jumat Pahing : Kalau Terkabul Sedekah

Retno Nawangwulan • Selasa, 26 Maret 2024 | 22:14 WIB
Bangunan Masjid Jami Wali Limbung di Temanggung
Bangunan Masjid Jami Wali Limbung di Temanggung

RADAR JOGJA-Masjid Jami Wali Limbung yang berlokasi di Dusun Kauman Desa Medari, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung ini memiliki tradisi unik yaitu nazaar.

Masjid yang konon dibangun oleh Wali Limbung ini, kerap menjadi tempat untuk bernazar bagi orang-orang yang sedang memiliki hajat atau keinginan tertentu.

Vier Adi Hartanto, selaku takmir di Masjid Limbung mengungkapkan, bahwa berdasarkan cerita, Wali Limbung merupakan seorang ulama yang memiliki nama asli Syekh Abdullah Anwas. Ia adalah salah satu pengikut dari Pangeran Diponegoro.

Wali Limbung sendiri berperan sebagai salah satu panglima perang di wilayah Parakan. Kemudian ia mendapatkan tugas untuk melakukan dakwah di wilayah Parakan. Hingga akhirnya, ia mendirikan masjid yang sekarang dikenal dengan Masjid Wali Limbung.

Adapun dalam cerita lain, Masjid Jami Wali Limbung ini tidak terlepas dari dakwah yang dilakukan oleh Wali Songo di tanah Jawa.

“Dalam berdakwah di wilayah Jawa, Wali Songo dibantu oleh wali-wali lain, salah satunya adalah Wali Limbung,” ungkapnya.

Perihal asal usul yang diceritakan, Wali Limbung ini berasal dari Jeddah, Arab Saudi, yang datang ke Jawa karena permintaan Syekh Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik.

Alasan mengapa dijuluki Wali Limbung, karena bermukim di Desa Klimbungan.

Adanya tradisi bernazar yang dilakukan di Masjid Wali Limbung setiap Jumat Pahing ini, karena masjid Wali Limbung sendiri diketahui selesai dibangun pada Jumat Pahing. Mereka yang bernazar disini, biasanya adalah mereka yang memiliki hajat atau kemauan besar.

Apabila apa yang mereka hajatkan terkabul, maka mereka akan bersedekah untuk pembangunan Masjid Wali Limbung.

Masyarakat yang datang kesana, berasal dari luar maupun warga Temanggung itu sendiri. Setelah mereka menyampaikan hajat atau nazarnya, kemudian akan didoakan oleh Imam Masjid. Kemudian, diberi air sumur peninggalan Wali Limbung.

Editor : Iwa Ikhwanudin
#masjid jami #temanggung