RADAR JOGJA - Kota Mungkid berulang tahun setiap 22 Maret. Tahun ini peringatan HUT ke-40 Kota Mungkid digelar sangat sederhana. Hanya menggelar upacara di Pendopo drh Soepardi, Kompleks Setda Kabupaten Magelang, kemarin (22/3). Tidak ada kegiatan lain.
Sekda Kabupaten Magelang Adi Waryanto menuturkan, HUT kali ini mengusung tema 'Bergotong Royong Mewujudkan Masyarakat Sejahtera, Berdaya Saing, dan Amanah'. Momentum peringatan HUT ini memang hanya dilaksanakan secara sederhana.
Adi mengatakan, tahun ini Pemkab Magelang tidak menggelar kegiatan lain. Sebab, pemkab lebih fokus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan menggelar gerakan pangan murah (GPM). "Selain itu sebagian besar pegawai sedang menjalankan ibadah puasa," katanya usai upacara.
Namun pemkab tetap menyelenggarakan malam tirakatan pada Kamis (21/3). Bersama jajaran forkompimda, direktur BUMN/BUMD, kepala OPD, camat se-Kabupaten Magelang, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan instansi vertikal lainnya. Guna meningkatkan nilai-nilai spiritualitas.
Pj Bupati Magelang Sepyo Achanto menambahkan, Kota Mungkid genap berusia 40 tahun. Dia berharap, pembangunan di Kabupaten Magelang dapat terus dilakukan dengan lebih baik lagi. Sehingga dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Menurutnya, HUT ini menjadi sarana untuk merefleksikan semua unsur. Agar ke depan lebih baik lagi. Keberhasilan yang telah dicapai selama ini hendaknya menjadi cambuk semakin meningkatkan prestasi. Demi kemajuan pemkab mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Selaras dengan tema yang diangkat, gotong-royong menjadi kunci mencapai masyarakat yang sejahtera. Dia berharap, gotong royong itu mampu mewujudkan masyarakat yang berdaya saing. Apalagi Kabupaten Magelang memiliki potensi daerah yang luar biasa.
Sepyo mengatakan, masyarakat semestinya mampu mengelola semua potensi yang ada. Dengan bertitik tumpu pada kekuatan magnet Candi Borobudur. "Caranya dengan membuktikan dan menguatkan perekonomian melalui sentra pariwisata, perdagangan, dan didasari dengan keikhlasan," tuturnya. (aya/laz)