Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Masih Nihil Kasus, Distapang Pastikan Kebumen Bebas Antraks

Muhammad Hafied • Jumat, 22 Maret 2024 | 03:20 WIB
Kepala Distapang Kebumen Teguh Yuliono. (M Hafied/Radar Jogja)
Kepala Distapang Kebumen Teguh Yuliono. (M Hafied/Radar Jogja)

KEBUMEN - Dinas Pertanian dan Pangan (Distapang) Kebumen memastikan wilayah Kebumen sampai sekarang masih nihil kasus penyakit antraks.

Berbagai upaya terus dilakukan agar penyakit yang berasal dari hewan ternak tersebut tidak merambah ke Kebumen.

Kepala Distapang Kebumen Teguh Yuliono mengatakan, pola antisipasi penyakit antraks dilakukan dengan memperketat lalu lintas ternak dari luar daerah.

Perlakuan ini menyusul munculnya kasus antraks di Gunungkidul dan Sleman. Mengingat jarak kedua wilayah tersebut terbilang cukup dekat.

Baca Juga: Harapan Meraih Kemenangan di Ramadhan, DWP Kankemenag Bagi-Bagi Sembako

"Saat ini Kebumen tidak ada temuan. Kami juga ingin peternak resah karena antraks," ucapnya, Kamis (21/3).

Sejauh ini, lanjut Teguh, skrining atau pemeriksaan hewan tetap dilakukan guna menghindari ternak yang berasal dari daerah yang terdeteksi penyakit menular.

Tak hanya itu, seluruh hewan yang datang dipastikan telah memiliki surat keterangan sehat dari daerah asal.

"Ya, itu ada surat resmi. Bagaimana kondisi hewan terlihat semua. Tujuan memastikan biar tidak membawa penyakit," jelasnya.

Pada pertengahan 2023 lalu, Pemkab Kebumen juga sempat berjibaku melakukan antisipasi penularan penyakit antraks.

Baca Juga: SE Menteri Ketenagakerjaan tentang Pemberian THR Telah Terbit, Pemkot Jogja Siapkan Posko Pengaduan dan Konsultasi Bagi para Pekerja

Berbagai cara ditempuh agar antraks tak menyebar hingga wilayah Kebumen.

Pemantauan ternak rutin dilakukan dengan melibatkan petugas kesehatan hewan.

Perlakuan ini sebagai bentuk kewaspadaan dini serta kesiagaan darurat veteriner.

Sementara itu, seorang peternak asal Desa Adiluhur, Kecamatan Karanganyar, Gita Prayoga, 28, mengaku cemas dengan merebaknya penyakit antraks.

Baca Juga: Bulan Ramadhan Seluruh Industri Makanan di DIY Akan Dilakukan Intensifikasi Pengawasan Pangan oleh BPOM, Beberapa di Antaranya Menyasar Sejumlah Pasar

Terlebih, penyakit dari hewan ternak itu ditengarai dapat menular ke manusia.

"Khawatir jelas ya. Lihat berita sampai begitu kondisinya. Apalagi orang sini mayoritas ternak sapi," ungkapnya. (fid)

Editor : Amin Surachmad
#kebumen #nihil kasus #antraks