KEBUMEN - Dinas Pertanian dan Pangan (Distapang) Kebumen memastikan wilayah Kebumen sampai sekarang masih nihil kasus penyakit antraks.
Berbagai upaya terus dilakukan agar penyakit yang berasal dari hewan ternak tersebut tidak merambah ke Kebumen.
Kepala Distapang Kebumen Teguh Yuliono mengatakan, pola antisipasi penyakit antraks dilakukan dengan memperketat lalu lintas ternak dari luar daerah.
Perlakuan ini menyusul munculnya kasus antraks di Gunungkidul dan Sleman. Mengingat jarak kedua wilayah tersebut terbilang cukup dekat.
Baca Juga: Harapan Meraih Kemenangan di Ramadhan, DWP Kankemenag Bagi-Bagi Sembako
"Saat ini Kebumen tidak ada temuan. Kami juga ingin peternak resah karena antraks," ucapnya, Kamis (21/3).
Sejauh ini, lanjut Teguh, skrining atau pemeriksaan hewan tetap dilakukan guna menghindari ternak yang berasal dari daerah yang terdeteksi penyakit menular.
Tak hanya itu, seluruh hewan yang datang dipastikan telah memiliki surat keterangan sehat dari daerah asal.
"Ya, itu ada surat resmi. Bagaimana kondisi hewan terlihat semua. Tujuan memastikan biar tidak membawa penyakit," jelasnya.
Pada pertengahan 2023 lalu, Pemkab Kebumen juga sempat berjibaku melakukan antisipasi penularan penyakit antraks.
Berbagai cara ditempuh agar antraks tak menyebar hingga wilayah Kebumen.
Pemantauan ternak rutin dilakukan dengan melibatkan petugas kesehatan hewan.
Perlakuan ini sebagai bentuk kewaspadaan dini serta kesiagaan darurat veteriner.
Sementara itu, seorang peternak asal Desa Adiluhur, Kecamatan Karanganyar, Gita Prayoga, 28, mengaku cemas dengan merebaknya penyakit antraks.
Terlebih, penyakit dari hewan ternak itu ditengarai dapat menular ke manusia.
"Khawatir jelas ya. Lihat berita sampai begitu kondisinya. Apalagi orang sini mayoritas ternak sapi," ungkapnya. (fid)