Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tragis! Bocah SMP di Blora Tewas Kesetrum Saat Menunggu Sahur, Begini Kronologinya!

Cici Jusnia • Rabu, 20 Maret 2024 | 22:50 WIB
TERGELETAK: Tubuh korban saat dievakuasi petugas. (HUMAS POLRES BLORA UNTUK RADAR KUDUS)
TERGELETAK: Tubuh korban saat dievakuasi petugas. (HUMAS POLRES BLORA UNTUK RADAR KUDUS)

RADAR JOGJA - Sebuah tragedi menimpa Muhammad Rizky Pratama, seorang bocah Sekolah Menengah Pertama (SMP) berusia 15 tahun, yang tewas secara tragis saat menunggu waktu sahur di Desa Gondel RT 01/RW 01, Kecamatan Kedungtuban, Blora.

Kejadian naas itu terjadi pada Rabu (20/3) dini hari sekitar pukul 02.30.

Kapolsek Kedungtuban, AKP Sujiharno, mengkonfirmasi insiden tersebut kepada media.

Menurutnya, korban awalnya berada bersama dua temannya yang bernama Didik dan Hasan di Tugu Perempatan Desa Gondel, sambil menunggu waktu sahur.

Namun, tragedi terjadi ketika kedua temannya meninggalkan korban untuk mencari tempat buang air kecil.

"Saksi 1 dan saksi 2 masing-masing berpencar meninggalkan korban untuk mencari tempat buang air kecil," ujar Kapolsek, dikutip dari Radar Kudus pada Rabu (20/3).

Ketika kedua saksi sedang buang air sekitar 10 meter dari tempat korban, mereka mendengar suara benda jatuh dari arah bawah gapura kampung.

Saksi yang mendekati korban menyadari bahwa Muhammad Rizky Pratama sudah tidak bergerak.

Awalnya, mereka mengira korban hanya pingsan atau berpura-pura, namun setelah mendekati lebih dekat, mereka menyadari keadaan serius korban.

"Pada saat itu korban masih bernafas tetapi sudah tidak sadarkan diri," kata Kapolsek.

Saksi segera memanggil petugas kesehatan, namun sayangnya, saat petugas tiba di tempat kejadian, korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

Para saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Desa setempat.

Petugas dari Polsek Kedungtuban, Koramil, Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP), dan petugas medis dari Puskesmas Ketuwan pun datang untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut di lokasi.

Hasil pemeriksaan luar oleh petugas medis mengungkap adanya luka memar dan lecet pada dahi serta luka bakar sepanjang 2 cm pada punggung telapak tangan kanan korban.

Penyelidikan lebih lanjut oleh teknisi PLN menemukan bahwa di atas gapura tempat kejadian terdapat pipa besi yang teraliri arus listrik dari kabel lampu penerangan jalan umum.

Diduga korban menyentuh pipa tersebut dan mengalami sengatan listrik, yang menyebabkannya jatuh.

"Saat ini jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan," tambah Kapolsek.

 

Editor : Bahana.
#blora #bocah kesetrum