MAGELANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang berkomitmen untuk menjadikan wilayahnya sebagai penyelenggara Kabupaten/Kota Sehat (KKS) di Indonesia.
Untuk mewujudkan keinginan tersebut, pemkot harus memenuhi sembilan tatanan yang senilai dengan 150 indikator.
Capaian Kota Sehat ini merupakan upaya berkelanjutan untuk menciptakan masyarakat yang sadar akan pentingnya menjaga kesehatan.
Termasuk upaya pemerintah daerah memberikan dalam pelayanan terbaik bagi masyarakatnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang Istikomah menjelaskan, Kota Sehat artinya tercapainya kondisi kabupaten/kota untuk hidup dengan bersih, nyaman, aman, dan sehat.
"Sehingga dapat dihuni dan sebagai tempat bekerja bagi masyarakatnya," ungkapnya, Senin (18/3/2024).
Hanya saja, program-program kesehatan dan sektor lain harus terlaksana dengan baik.
Setidaknya ada sembilan tatanan yang dinilai dengan 150 indikator untuk menuju KKS.
Tatanan tersebut antara lain kehidupan masyarakat sehat mandiri (28 indikator), permukiman dan fasilitas umum (26 indikator), dan satuan pendidikan (11 indikator).
Kemudian, pasar (12 indikator) serta perkantoran dan perindustrian (14 indikator).
Kemudian, pariwisata (13 indikator), transportasi dan tertib lalu lintas (16 indikator), perlindungan sosial (19 indikator), serta penanggulangan bencana (11 indikator).
"Penerapan tatanan dan kegiatan harus saling terintegrasi. Dan disepakati masyarakat serta pemerintah daerah," bebernya.
Sementara itu, Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz mengutarakan, sudah banyak kabupaten/kota yang menjadi penyelenggara Kota Sehat.
"Maka perlu ditegaskan lagi komitmen seluruh stakeholder. Termasuk pariwisata, pendidikan, lalu lintasnya juga sehat," kata Aziz.
Menurutnya, Kota Sehat tidak hanya soal kesehatan fisik masyarakat.
Tapi juga kesiapan fasilitas yang mendukung budaya sehat di tempat wisata, perindustrian, hingga perdaganannya.
Hanya saja, Aziz tidak menampik, sektor perindustrian dan perdagangan di Kota Magelang perlu ditata kembali.
"Di Kota Magelang, perindustrian dan perdagangan dirasa harus ditingkatkan lagi. Kemudian wisatanya," paparnya.
Dia menilai, pemkot akan mendapat banyak dampak positif dari terwujudnya Kota Sehat.
Seperti derajat kesehatan masyarakat meningkat. Nantinya, Kota Magelang juga akan menjadi kota yang dilirik wisatawan untuk disinggahi.
Selain derajat kesehatan masyarakat meningkat, Kota Magelang juga akan menjadi kota yang dilirik wisatawan karena kenyamanannya untuk disinggahi
"Saya juga mendorong semua pihak untuk nyawiji, dalam nyengkuyung upaya mewujudkan Kota Sehat," tandasnya.
Editor : Bahana.