Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pondok Pesantren Tertua di Boyolali, Zumrotut Tholibin Punya Tradisi yang Rutin Dikerjakan Setiap Ramadhan

Retno Nawangwulan • Selasa, 19 Maret 2024 | 19:02 WIB
Suasana saat santri Ponpes Zumrotut Tholibin Andong Boyolali mengikuti tradisi kilat di bulan suci Ramadhan
Suasana saat santri Ponpes Zumrotut Tholibin Andong Boyolali mengikuti tradisi kilat di bulan suci Ramadhan

RADAR JOGJA-Pondok Pesantren (ponpes) Zumrotut Tholibin terletak di Dusun Karangjoho, Desa Mojo, Kecamatan Andong. Ponpes yang sudah berdiri sejak tahun 1906 silam ini juga menjadi ponpes tertua di Kabupaten Boyolali.

Ponpes Zumrotut Tholibin memiliki tradisi yang rutin dikerjakan setiap bulan suci Ramadhan. Tradisi tersebut disebut dengan Ngaji Kilatan. 

Baca Juga: Ini Dia Beberapa Kerusuhan Yang Menyebabkan Babarsari Mendapatkan Sebutan Gotham City nya Yogyakarta

Ngaji Kilatan adalah istilah yang digunakan untuk melakukan tadarus atau membaca Alquran. Kegiatan ini rutin mereka lakukan, terutama saat momentum bulan suci Ramadhan.

Asatid di ponpes yang juga sekaligus pengajar di Sekolah Formal MA Al-Azhar, M. Husna Rosyadi memberikan keterangan, bahwa ada tradisi salafi yang masih mereka pegang sampai saat ini. Para santri masih menjalankan kegiatan ngaji kilat di setiap harinya. Yaitu dengan mengaji kitab yang dibagi ke dalam tiga waktu berbeda.

Baca Juga: Dua Lipa Akan Rilis Album Baru ‘Radical Optimism’ Pada 3 Mei Mendatang. Tak Ada Kolaborasi dengan Penyanyi Lain, Dua Lipa Makin Pede dan Optimis

Pertama, setelah Subuh, kedua Ashar, dan yang ketiga setelah Isya. Kegiatan terbagi menjadi 8 kelas ngaji kilat yang telah disesuaikan dengan jenjang mondok masing-masing santri.

Adapun kitab yang dibedah diantaranya adalah Kitabah, Kitabul Jami’, Khulashoh Nurul Yaqin, Muntakhobat, Tahliyah Wa Targhib, Mabadi 3 dan 4, serta Taisir Kolaq.

Baca Juga: Purworejo Terus Genjot Capaian KLA, Satuan Pendidikan Diminta Komitmen Ramah Anak

“Selain itu, para santri juga tadarus mandiri tiap waktu luang. Biasanya selesai shalat dan selesai sekolah formal. Paling tidak mereka khatam satu kali selama Ramadhan. Tapi ini, baru lima hari puasa sudah ada yang dapat 28 jus Alquran. Jadi ada yang bisa khatam dua sampai tiga kali,” ungkapnya. {}

Editor : Iwa Ikhwanudin
#pesantren #bulan ramadhan #tradisi