Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Innalillahi, Diduga Tidak Bisa Berenang, Seorang Warga Desa Jangkungharjo Grobogan Tewas Tenggelam di Sungai

Cici Jusnia • Senin, 18 Maret 2024 | 23:45 WIB
OLAH TKP: Anggota Polsek Brati melakukan olah TKP di lokasi sungai Desa Jangkungharjo, Kecamatan Brati tempat korban tenggelam di sawah. (POLSEK BRATI FOR RADAR KUDUS)
OLAH TKP: Anggota Polsek Brati melakukan olah TKP di lokasi sungai Desa Jangkungharjo, Kecamatan Brati tempat korban tenggelam di sawah. (POLSEK BRATI FOR RADAR KUDUS)

RADAR JOGJA - Tragedi menimpa Karnadi, seorang warga Desa Jangkungharjo, RT 07/RW 04, Kecamatan Brati, yang diduga tenggelam di sungai setempat.

Kejadian naas ini terjadi pada Senin (18/3) pukul 06.00 ketika Karnadi sedang berjalan-jalan di sawah, menyaksikan tanaman padi yang terendam banjir.

Berdasarkan laporan yang dihimpun dari Radar Kudus, saat itu Karnadi berada di pinggir sungai tanggul, berjalan mondar-mandir.

Tanpa diduga, dia terpeleset dan akhirnya tenggelam di sungai tersebut. Saat warga sekitar berusaha menyelamatkan, Karnadi sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Kapolsek Brati, AKP I Ketut Sudhiarta, mengungkapkan, "Korban tenggelam ini diduga karena terpeleset dan tidak bisa berenang. Sehingga tenggelam dan meninggal dunia saat tenggelam."

Setelah berhasil diangkat dari sungai oleh tetangga korban, jenazah Karnadi langsung dibawa pulang ke rumah duka. Kejadian tragis ini kemudian dilaporkan kepada perangkat Desa setempat dan Mapolsek Brati untuk tindak lanjut lebih lanjut.

Tim Inafis Polres Grobogan dan tim medis puskesmas Brati turut melakukan pemeriksaan terhadap TKP. Hasil dari pemeriksaan tersebut menyimpulkan bahwa Karnadi meninggal dunia akibat tenggelam di sungai karena terpeleset dan tidak bisa berenang.

"Dari hasil pemeriksaan, korban ditemukan terdapat lumpur di kaki, mulut, dan hidung mengeluarkan air, serta tidak ada tanda kekerasan," ungkap Sudhiarta.

Pihak keluarga korban telah menerima kejadian ini dan menolak untuk dilakukan autopsi, dengan membuat surat pernyataan.

Jenazah Karnadi kemudian diserahkan kepada ahli warisnya untuk prosesi pemakaman selanjutnya.

Kejadian ini menjadi pelajaran bagi masyarakat setempat akan pentingnya kehati-hatian ketika berada di sekitar sungai, terutama bagi mereka yang tidak bisa berenang. Semoga tragedi serupa tidak terulang di masa mendatang.

Editor : Bahana.
#brati grobogan #grobogan