RADAR JOGJA - Kecemasan melanda keluarga dua santriwati Pondok Pesantren Manbaul Alaa Purwodadi, Grobogan, setelah keduanya dilaporkan hilang sejak Sabtu (16/3) kemarin.
Santriwati yang hilang tersebut adalah Nurul Fajriyah (19), warga Desa Kedungrejo Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan, dan Shofiatul Lailiyyah, warga Desa Tunggak Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan.
Dilansir dari Radar Kudus pada Minggu (17/3), Sat Samapta Polres Grobogan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan telah melakukan pencarian sejak mendapatkan laporan tersebut.
Meskipun upaya pencarian masih terus dilakukan hingga hari ini, belum ada hasil yang memuaskan.
Kapolsek Purwodadi Polres Grobogan, AKP Dedy Setyanto, mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut bermula saat Nurul Fajriyah hendak pulang dari Pondok Pesantren Manbaul Alaa Purwodadi.
Bersama seorang temannya, keduanya berangkat dari terminal lama di Jagalan Purwodadi dan turun di perempatan Glugu Purwodadi.
Mereka kemudian berjalan kaki menuju Desa Kedungrejo, melewati jalan yang tergenang banjir di Jalan Desa Karanganyar.
Keluarga Nurul Fajriyah telah mencoba menghubungi ponselnya, namun tidak mendapatkan respons. Hingga saat ini, keberadaan keduanya masih belum diketahui.
"Ciri-ciri Nurul Fajriyah adalah berperawakan sedang dengan tinggi badan 155 sentimeter dan berat badan 55 kilogram, berambut lurus, kulit sawo matang, dan berhijab," ungkap AKP Dedy Setyanto.
Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mencari tahu keberadaan kedua santriwati yang hilang ini.
Mereka juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan keduanya untuk segera melapor kepada pihak berwajib guna mempercepat proses pencarian dan penyelamatan.