Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Umat Buddha Punya Replika Tugu Catra Candi Borobudur, Seperti Ini Tampilanya

Naila Nihayah • Senin, 11 Maret 2024 | 23:10 WIB

 

NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA  BERDIRI KOKOH: Pusdiklat Catra Jinadhammo membangun replika tugu catra yang seharusnya berada di stupa induk Candi Borobudur.
NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA BERDIRI KOKOH: Pusdiklat Catra Jinadhammo membangun replika tugu catra yang seharusnya berada di stupa induk Candi Borobudur.
MUNGKID - Umat Buddha kini memiliki replika tugu catra Candi Borobudur.

Tugu tersebut berada di Pusdiklat Catra Jinadhammo, Borobudur. Tugu itu dibangun agar umat Buddha dapat melaksanakan puja sebagai simbol dari bagian Candi Borobudur.

Kepala Pusdiklat Catra Jinadhammo Bhante YM Thitavamso Thera menjelaskan, tugu ini merupakan replika dari catra yang berada di puncak Candi Borobudur.

"Ini (replika catra) merupakan salah satu objek dari kita (umat Buddha) untuk melaksanakan puja atau penghormatan," jelasnya, Senin (11/3/2024).

Dia mengutarakan, replika catra tersebut memiliki tinggi sembilan meter dari tapak yang terbuat dari cor beton.

Adapun material batu yang digunakan berasal dari China. Sebab, batu dari China cenderung memiliki tekstur lebih keras dan tidak mudah tergerus.

Di setiap undakannya, ada sejumlah kata yang diukir dengan bahasa Pali. Kata itu merupakan mantra yang diyakini dapat mendatangkan keselamatan bagi umat Buddha.

"Terutama bagi kita (umat Buddha) yang melaksanakan puja di sana," jelasnya.

Asisten Administrasi Sekda Provinsi Jawa Tengah Muhammad Arif Syambodo menyampaikan, keberadaan Pusdiklat Catra Dinadamo ini dapat memberi kesempatan untuk menciptakan rumah singgah bagi umat Buddha.

Dengan adanya replika tugu catra ini, harapannya dapat meningkatkan nilai spiritualitas umat Buddha.

Pembangunan tugu ini, kata dia, menjadi bagian dari usaha umat Buddha untuk mendukung Candi Borobudur sebagai pusat wisata religi global.

Tidak hanya bermanfaat bagi umat Buddha, tetapi juga masyarakat luas.

Direktur Jenderal Bimas Buddha Kemenag RI Supriyadi menambahkan, replika tugu catra itu sebetulnya menjadi simbol persembahan serupa payung.

Agar bisa melindungi atau memayungi setiap umat manusia yang berada di dekatnya.

"Catra merupakan salah satu filosofi payung manakala setiap orang mempersembahkan payung, maka sesungguhnya dia juga mempersembahkan perlindungan bagi dirinya sendiri," ujarnya.

Di satu sisi, Direktorat Jenderal Bimas Buddha Kemenag RI bersama umat Buddha terus berupaya agar catra yang saat ini berada di Museum dan Cagar Budaya, dapat dipasang kembali di stupa induk Camdi Borobudur.

Terlebih, pihaknya sudah mengadakan serangkaian diskusi dengan para pakar untuk menelaah pentingnya pemasangan catra tersebut. 

Editor : Bahana.
#candi borbudur #Budhha