Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Memasuki Bulan Ramadhan, Harga Bunga Tabur di Magelang Meroket, Tembus Rp 250 Ribu Per Keranjang

Naila Nihayah • Senin, 11 Maret 2024 | 22:05 WIB

 

PERMINTAAN NAIK: Menjelang Ramadan, harga bunga mawar tabur di pasaran naik. Tapi, hal itu bukan menjadi masalah bagi pembeli.
PERMINTAAN NAIK: Menjelang Ramadan, harga bunga mawar tabur di pasaran naik. Tapi, hal itu bukan menjadi masalah bagi pembeli.
MAGELANG - Menjelang Ramadhan, tidak hanya kebutuhan pokok saja yang mengalami kenaikan.

Tapi juga bunga mawar tabur. Bahkan, harganya meroket dibanding hari biasa.

Dari yang semula Rp 2.500 untuk keranjang kecil, sekarang Rp 15 ribu. Sedangkan keranjang besar biasanya Rp 50 ribu, kini Rp 250 ribu.

Seorang penjual bunga mawar di Jalan Singosari, Kota Magelang Nurul mengaku, kenaikan harga bunga mawar tabur ini sudah dialami sejak Rabu (6/3/2024) lalu.

"Karena menjelang Ramadhan ya. Setiap hari pun naik. Jumat kemarin Rp 200 ribu per keranjang, sekarang jadi Rp 250 ribu," ujarnya, Senin (11/3/2024).

Dia menyebut, kenaikan harga tersebut seiring dengan permintaan bunga tabur yang semakin tinggi menjelang Ramadhan.

Sebab, bunga tabur itu digunakan masyarakat untuk mengunjungi makam keluarga maupun sanak saudara. Atau yang biasa disebut nyekar.

Tingginya permintaan tersebut, kata dia, membuat pasokan bunga mawar dari petani di Kecamatan Pakis, Magelang sempat tersendat.

Hal itu terjadi karena pada awal bulan Syakban, para petani memangkas pangkal batang pohon mawarnya.

Pemotongan tersebut dilakukan untuk persiapan panen jelang Lebaran mendatang.

Dia menambahkan, harga bunga mawar tabur tersebut mengalami kenaikan empat hingga lima kali lipat dari biasanya.

Untuk mendapatkan satu keranjang kecil bunga tabur, pembeli biasa merogoh kocek sebesar Rp 2.500 saja.

Tapi, kini sudah dijual dengan harga Rp 10 ribu-Rp 15 ribu per keranjang kecil.

Sementara untuk satu keranjang sedang, harga awalnya Rp 20 ribu dan sekarang menjadi Rp 50 ribu-Rp 55 ribu.

Kemudian, untuk satu keranjang besar, penjual biasanya memberikan tarif Rp 50 ribu. Tapi, sekarang menjadi Rp 200 ribu-Rp 250 ribu.

Kendati ada kenaikan, tapi Nurul menyebut, tingkat penjualan bunga mawar tabur masih tinggi dan diminati masyarakat.

Hal itu praktis membawa berkah bagi para penjual.

"Karena kalau orang Jawa itu biasanya nyekar di makam sebelum puasa maupun Lebaran. Ini (harga) kemungkinan juga akan naik sebelum Lebaran," ungkapnya.

Seorang pembeli Warda mengaku tidak mempermasalahkan harga jual bunga mawar tabur yang meroket.

Sebab dia juga membutuhkannya untuk nyekar di makam keluarga.

"Saya sudah memprediksi, harganya pasti naik sebelum puasa. Ternyata betul. Karena memang semua orang butuh," sebutnya.

Saban Jumat, dia selalu membeli bunga tabur untuk keperluan nyekar. Harganya pun berbeda jauh dibanding saat ini.

Dia memperkirakan, harga bunga mawar tabur ini akan kembali normal selama bulan Ramadan. Namun, menjelang Lebaran, harganya dipastikan bakal kembali naik. 

Editor : Bahana.
#Magelang #Bunga Tabur #ramadhan