RADAR JOGJA - Di usia ke 57 tahun, Marsdya TNI Kusworo masih begitu lincah memperagakkan teknik seni bela diri judo. Tarikan dan hentakan kakinya masih cukup kuat menggulingkan lawan. Momen ini terlihat ketika jenderal bintang tiga itu menjajal arena pertandingan di gedung baru Judo Waza Gombong (JWG).
============
M Hafied, Kebumen, Radar Jogja
============
Ya, Sabtu (9/3) Marsdya Kusworo tiba di kampung halaman Desa Semanding, Kecamatan Gombong. Selain melepas rindu bersama keluarga, Kepala Basarnas RI itu juga berkesempatan meresmikan gedung JWG. Lokasinya berada di Desa Kemukus, Gombong.
Peresmian gedung hasil gotong royong itu berlangsung meriah. Selain Kusworo, beberapa tokoh asal Gombong juga terlihat hadir. Seperti Mayjen (Purn) Ahmad Sugiyono dan Brigjen TNI Toyib Anwari. Mereka adalah judoka, sebutan atlet judo senior dari Gombong.
Menurut Kusworo, gedung baru ini berawal dari diskusi. Sekarang sudah terwujud. “Apa yang dilihat hari ini bentuk nyata para senior untuk bisa menghadirkan sarana dan prasarana yang layak," katanya.
Selepas prosesi gunting pita, Kusworo bergegas menuju kamar mandi. Dia mengganti penampilan mengenakan seragam kebesaran judo waza. Kusworo tampil dengan sabuk hitam, tanda sebagai sosok atlet judo senior.
Sekitar 10 menit Kusworo unjuk kebolehan di atas matras berwarna biru. Dia terlihat begitu mudah “melumat” lawan dengan teknik bantingan dan kuncian. Meski sudah memiliki cucu, stamina Kusworo tampak masih tetap terjaga.
Kusworo memang sosok yang begitu perhatian terhadap keberlangsungan judo. Dari sekian tokoh asal Kebumen, dia salah satu yang tak ingin nama besar Judo Waza Gombong (JWG) surut karena minim dukungan. Perwira tinggi TNI AU itu merasa, JWG sendiri sebagai ruang penting dalam membentuk karakter selama meniti karir di TNI.
"Kalau dulu, jaman saya untuk bisa tanding itu butuh perjuangan luar biasa. Begitu jadi, sekarang relatif muda karena sudah ada yang buka jalan," jelasnya.
Kusworo adalah Judoka ulung. Berbagai tropi penghargaan berbagai jenjang pernah diraih. Kecintaan Kusworo terhadap dunia judo terpatri hingga sekarang. Terlihat, perawakan di usianya ke 57 tahun masih tetap bugar.
Kondisi fisiknya tampak kekar dan terjaga. Raut mukanya terlihat awet muda, meski kini tak lagi muda. Intinya, olahraga prestasi itu dapat beberapa kemungkinan. Sehat bonusnya, pasti disiplin. “Di sana juga ada nilai saling menghargai dan menghormati," ujarnya.
Baginya, olahraga judo memiliki peran dalam perjalanan karir di TNI. Dari judo, dia dapat belajar tentang banyak hal. Mulai dari nilai disiplin, daya juang, sportivitas hingga loyalitas. Bahkan, disela kesibukan sebagai perwira tinggi TNI, dia tetap menyempatkan diri berlatih dan memantik semangat para atlet judo junior.
Mantan pilot jet temput Sukhoi ini bercerita sudah menyukai judo sejak duduk di bangku SMP. Dari usia muda itu dia mengaku cukup getol berlatih judo. Keseriusan menjadi atlet judo semakin menjadi, ketika dirinya bergabung Judo Waza Gombong (JWG) Kebumen. Tepatnya pada era 80'an.
Dia berharap, dari Gombong akan tetap lahir atlet berprestasi untuk berbagai kejuaraan. Dia pun meminta rekan pelatih judo agar intensif memberikan pembinaan secara berjenjang.
Mau dukungan ini itu, tapi tidak terbukti prestasi sama saja. Buang-buang waktu. Ke depan masih banyak pekerjaan rumah. “Sudah saya sampaikan pengurus JWG untuk memajukan judo," pungkasnya. (din)
Editor : Satria Pradika