RADAR JOGJA - Warga Desa Banyubiru, Dukun, Magelang digegerkan dengan penemuan mayat seorang ibu dan anak di Kali Biru pada Minggu pagi (10/3).
Keduanya ditemukan terpisah dengan jarak sekitar 15 meter. Mereka ditemukan setelah Sabtu malam (9/3) dikabarkan meninggalkan rumah dan tidak kunjung kembali hingga keesokan harinya.
Kapolsek Dukun AKP Aris Mulyono menjelaskan, sekitar pukul 06.00, polisi mendapat informasi tentang penemuan dua mayat. Atas nama DAA, 18 tahun dan anaknya MAR yang berusia 9 bulan di Kali Biru, Banyubiru.
Keduanya meninggalkan rumah pada Sabtu sekitar pukul 20.00. Namun, hingga pukul 23.00 tidak kunjung kembali ke rumah. Keluarga dan warga pun turut mencarinya. Barulah pada Minggu sekitar pukul 06.00, warga menemukan DAA dalam kondisi tak bernyawa di Kali Biru.
Keduanya ditemukan secara terpisah dengan jarak 15 meter. Apalagi pada Sabtu malam, debit air Kali Biru cukup tinggi. Namun, keesokan harinya, debit airnya mulai surut. Polisi bersama warga segera mengevakuasi mayat ibu dan anak tersebut.
Serta membawanya ke RSUD Muntilan untuk pemeriksaan lebih lanjut.Polsek Dukun bersama tim inafis Polresta Magelang melaksanakan visum luar.
"Kami juga didampingi dari pihak kelurahan, ada pak kades, dan dokter. Hasilnya tidak ditemukan ada unsur kekerasan ataupun penganiayaan pada mereka," sebutnya.
Saat ditanya soal indikasi bunuh diri, polisi masih melakukan penyelidikan dan pengembangan. Termasuk meminta keterangan dari para saksi dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari pihak keluarga menerima (kejadian tersebut) sebagai musibah dan tidak dilaksanakan autopsi. “Tapi, dari kepolisian maupun inafis, akan tetap melaksanakan olah TKP dan akan kami mintai keterangan untuk para saksi," jelasnya.
Kapolresta Magelang Kombes Pol Mustofa mengutarakan, berdasarkan keterangan sejumlah warga, DAA diketahui memiliki persoalan pada keluarganya. Mulai dari masalah ekonomi hingga status pernikahannya yang notabene masih siri.
Selain itu, sejak beberapa hari ini, korban dalam pantauan keluarga karena terlihat depresi. Kalau mendasari keterangan saksi, itu memang almarhumah punya persoalan. “Dia dihamili dan hanya dinikahi siri oleh bapak dari anak yang masih 9 bulan yang meninggal itu," ungkapnya.
Pada Sabtu malam dan cuaca hujan, ada beberapa warga yang sempat berpapasan dengan DAA dan menanyakan tujuannya. Alih-alih menjawab, DAA melenggang begitu saja dan menjauh dari rumahnya. Namun, keesokan harinya ibu dan anak itu justru ditemukan tak bernyawa di Kali Biru.
Dari pemeriksaan sementara, Mustofa menyebut, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Namun, polisi bakal terus mendalami kejadian nahas tersebut.
Polisi menduga, DAA bunuh diri dengan membawa serta anaknya. Indikasinya, dia menceburkan diri ke sungai. "(Dugaan sementara) bunuh diri," katanya.
Bunuh diri itu, kemungkinan dipicu oleh faktor ekonomi. Korban sebenarnya dari keluarga broken home. Dia berpacaran dan dihamili oleh suaminya yang masih kelas 3 SMA. Tapi almarhumah sudah tidak sekolah. “Dijanjikan mau dinikahi, tapi hanya siri," sebutnya.
Selama ini, DAA diketahui tinggal bersama kerabatnya. Paklik dan buliknya yang menampung dia. “Paklik sama buliknya mau bantu pengurusan nikah, tapi belum dilakukan," imbuhnya. (aya/din)