Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pesona Negeri Sayur Sukomakmur Magelang, Jalur Pertanian yang Diminati Wisatawan Tawarkan Lanskap Alam hingga Gagahnya Gunung Sumbing

Naila Nihayah • Minggu, 10 Maret 2024 | 16:30 WIB

 

CERAH: Pengunjung memadati kawasan Negeri Sayur Sukomakmur, Kajoran. Mulai dari berswafoto hingga menikmati sajian makanan yang ada di sana.
CERAH: Pengunjung memadati kawasan Negeri Sayur Sukomakmur, Kajoran. Mulai dari berswafoto hingga menikmati sajian makanan yang ada di sana.

RADAR JOGJA - Wisata alam jadi andalan Kabupaten Magelang. Menyajikan lanskap alam, praktis membuat siapapun betah berlama-lama di sana. Satu di antaranya Negeri Sayur Sukomakmur. Atau yang semula disebut Terasering Sitegong. Saat cuaca cerah, pengunjung dapat melihat gagahnya Gunung Sumbing dan hamparan ladang sayur milik warga.

Lokasinya di kaki Gunung Sumbing. Tepatnya di Dusun Nampan, Sukomakmur, Kajoran. Untuk menuju ke sana, pengunjung harus melewati jalan yang cukup terjal dan berkelok. Hanya pengguna roda dua yang bisa sampai puncak. Sementara pengunjung yang menggunakan roda empat, diminta parkir di bawah dan menggunakan ojek yang telah disediakan.

Sesampainya di Negeri Sayur Sukomakmur, pengunjung akan disuguhkan dengan hamparan ladang sayur milik warga yang tertata rapi dan asri. Mulai dari kol, brokoli, maupun daun bawang. Pengunjung dapat merasakan sensasi menyusuri jalan di antara ladang sayur. Saat masa panen, pengunjung juga bisa ikut memanennya bersama petani.

Pengelola Negeri Sayur Sukomakmur Rini mengutarakan, sebetulnya nama yang kini dikenal itu merupakan pemberian dari para petani di Desa Sukomakmur. Destinasi wisata itu mulai ada sejak 2020 lalu. Saat itu, banyak warga yang berdatangan ke sana. Akhirnya, warga berinisiatif untuk memanfaatkannya sebagi destinasi wisata alam. Tapi, baru diresmikan pada 27 September 2020.

Dulunya, kawasan itu hanyalah sebatas akses jalur pertanian warga. Sebelum itu, kawasan tersebut disebut sebagai Majalengkanya Magelang. Lantaran ada beberapa pertimbangan, kemudian diubah menjadi Terasering Sitegong pada 2021. “Karena wilayahnya berupa teras persawahan,” ujarnya, Jumat (8/3).

Untuk akses wisata menuju Negeri Sayur Sukomakmur, kata dia, memang harus menggunakan kendaraan roda dua. Ketika ada pengunjung yang menggunakan mobil, hanya diperbolehkan sampai di lokasi parkir bawah. Sementara untuk sampai ke puncak, pengunjung bisa menggunakan jasa ojek atau berjalan kaki sekitar satu kilometer.

Destinasi wisata dengan ketinggian kurang lebih 1.300 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini buka mulai pukul 05.00-17.00. Dia menambahkan, tiket masuk ke Negeri Sayur Sukomakmur ini Rp 8 ribu per orang. Sedangkan tarif ojek pulang-pergi Rp 40 ribu. Ketika pengunjung hendak menuju lokasi teratas, akan dikenai biaya tambahan.

Sebaiknya, kunjungan ke destinasi wisata ini di pagi hari untuk menikmati pemandangan yang spektakuler. Di waktu tersebut, suasana akan terasa lebih segar dan indah. Hal itu juga untuk menghindari kabut yang sering kali menyelimuti Gunung Sumbing menjelang siang.

Hingga kini, Negeri Sayur Sukomakmur terus berbenah untuk menawarkan sensasi wisata alam yang lebih baik lagi. Sekarang, sudah ada spot selfie dan warung makan. Saat pertama kali dibuka, memang banyak warung di sepanjang jalan menuju atas. Namun, semakin berkurang seiring ganasnya Covid-19. (aya/pra)

Editor : Satria Pradika
#Magelang #sayur #gunung sumbing