MUNGKID – Nasib sial menimpa Retnawati, 35 warga Pasuruhan, Mertoyudan.
Lantaran saat menjemput anaknya di sekolah pada Selasa (5/3/2024) sekitar pukul 10.20, ponsel milik Retnawati tiba-tiba digasak oleh pencopet.
Padahal kondisi di depan sekolah cukup ramai.
Dari video CCTV yang beredar di media sosial, ada seorang pria yang beberapa kali mengamati situasi sekitar sekolah.
Saat itu, kondisi jalan terpantau ramai.
Di sana juga ada seorang ibu yang masih duduk di atas motor dan mengoperasikan ponsel.
Selang beberapa menit, laki-laki itu mengambil ponsel sang ibu dan melarikan diri.
Retnawati menceritakaan, begitu sampai di depan sekolah dan memarkirkan motor, ia mengambil ponsel di tas miliknya.
Untuk memeriksa laporan pekerjaan. Posisinya, dia masih berada di atas motor.
“Di belakang saya sudah ada orang. Saya kira teman yang mau iseng atau gimana. Ternyata orang asing,” katanya saat ditemui, Rabu (6/3/2024).
Retnawati pun tidak menyadari pergerakan dari orang tersebut dan fokus pada ponselnya.
Tiba-tiba, orang itu mengambil ponsel di tangannya.
Karena kaget, dia segera turun dari motor dan berusaha mengejar pelaku.
“Posisi kaget, syok. Mau tak ambil, terus bilang ‘pak, HP ku’. Tapi bapake itu bilang, ‘mundur koe mbak’. Intinya ngancem. Saya langsung nge-blank. Terus dari arah selatan ada truk yang bawa gas, tapi dari arah utara kosong. Jadi, dia (pelaku) pergi,” bebernya.
Dia pun melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Mertoyudan.
Harapannya, ponsel serta pelaku bisa segera ditemukan.
Sementara itu, Kapolsek Mertoyudan AKP Winadi membenarkan adanya laporan mengenai aksi pencopetan tersebut.
“Telah terjadi pencurian HP sekitar pukul 10.20 di wilayah Donorojo, Mertoyudan,” sebutnya.
Kejadian itu bermula ketika korban bernama Retnawati tengah menunggu anaknya di depan sekolah.
Sedangkan korban fokus mengoperasionalkan ponselnya di tepi jalan dan duduk di atas motor.
Tiba-tiba ada seorang pria yang mengambil ponselnya.
Untuk pelaku, kata dia, melarikan diri ke arah Japunan. Polisi pun sudah mendapatkan laporan terkait aksi tersebut dan akan menindaklanjuti kejadian itu.
Editor : Meitika Candra Lantiva