RADAR JOGJA - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinpusip) Purworejo terus menggaungkan program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial (TPBIS) ke masyarakat. Program tersebut menjadi program prioritas Perpustakaan Nasional (Perpusnas) untuk meningkatkan kegemaran membaca agar dapat mencerdaskan masyarakat dan mensejahterakan masyarakat.
"TPBIS ini program yang terus digaungkan untuk memperluas peran dan fungsi perpustakaan sebagai pusat pembelajaran sepanjang hayat," ujar Kabid Perpustakaan, Dinpusip Purworejo Aspiyatun, Minggu (3/3).
Dikatakan, kegiatan perpustakaan berbasis inklusi sosial bertujuan untuk meningkatkan kreativitas masyarakat melalui penyelengaraan pelatihan ketrampilan. Lebih dari itu, TPBIS mengajak masyarakat untuk mengembangkan potensi kreativitasnya. "Sehingga, bisa meningkatkan kecerdasan masyarakat yang dapat menuju pada kesejahteraan secara ekonomi," beber dia.
Dengan mengintegrasikan prinsip inklusi sosial, kata Aspiyatun, TPBIS berusaha untuk menciptakan lingkungan belajar yang terbuka. Pun, ramah bagi semua lapisan masyarakat. Menurutnya melalui partisipasi aktif masyarakat, perpustakaan bukan sekadar penyedia informasi tetapi juga menjadi pusat kolaborasi dan pertukaran pengetahuan.
Salah satu upaya yang dilakukan Dinpusip Purworejo untuk menyebarluaskan TPBIS yaitu dengan memamerkan hasil TPBIS di event Purworejo Expo 2024. Lokasinya berada di depan gerbang Pendopo Kabupaten Purworejo.
Selain itu untuk ikut memeriahkan expo tersebut, secara tidak langsung dapat mensosialisasikan kepada masyarakat terkait TPBIS. "Selain melayani dan menyediakan buku, kami juga memamerkan berbagai hasil kegiatan yang dikemas dengan pelibatan masyarakat," jelasnya.
Adapun, hasil yang dipamerkan antara lain, hantaran, bunga dan aksesoris dari bahan akrilik, bunga dari limbah plastik, tas dari limbah tali plastik, mengukir sandal, tas dari limbah jerigen, dan sebagainya.
Dengan mengikuti Purworejo Expo 2024, Aspiyatun berharap masyarakat akan lebih mengenal perpustakaan. Lebih jauh, dapat membuat masyarakat tertarik untuk membaca. Dari situ, dia berharap akan ada yang tertarik mengikuti kegiatan perpustakaan untuk meningkatkan kecerdasan dalam menghadapi perkembangan. "Alhamdulillah pengunjungnya per hari hampir 100-an pembaca buku di tempat," sebutnya. (han/din)