Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Empat Pasangan Nikah Bareng di Atas Motor Trail, Maharnya Uang Rp 29 Ribu Hingga Beras 10 Kg

Naila Nihayah • Kamis, 29 Februari 2024 | 04:40 WIB
UNIK: Empat pasang pengantin dari berbagai daerah ini menikah dengan konsep yang unik. Mereka melangsungkan ijab kabul di atas motor trail.
UNIK: Empat pasang pengantin dari berbagai daerah ini menikah dengan konsep yang unik. Mereka melangsungkan ijab kabul di atas motor trail.
MUNGKID - Pernikahan unik. Empat pasangan pengantin dari berbagai daerah menikah dengan mengusung konsep yang unik. Sebab, mereka melangsungkan ijab kabul di atas motor trail.
 
Bahkan, mahar yang diberikan pun tergolong sederhana. Yakni, seperangkat alat salat, uang tunai Rp 29 ribu, dan beras 10 kilogram (kg).
 
Keempatnya antara lain Sri Wahyuni, 34,warga Semanu, Gunungkidul, dan Achmad Wastoni, 33, warga Ngluwar.
 
 
Kemudian, Siti Mufadilah, 44, dan Achmad Yasir, 42, warga Tempuran.
 
Lalu, Suryati, 43,dan M. Ismail, 64, warga Tempuran.
 
Terakhir, Widiani, 32, warga Magelang Utara dan Deri Styadi, 27, warga Candimulyo.
 
Sebelum melangsungkan ijab kabul, ada prosesi kirab dengan iringan pembawa bendera merah putih dan motor trail bersama calon pengantin.
 
 
Ada juga rombongan keluarga yang membawa saserahan, lengkap dengan papan tulisan unik.
 
Di depan lokasi pun ada sejumlah hidangan yang diperuntukkan bagi para undangan. Acara bertajuk "Nikah Bareng Kabisat" ini dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
 
Lalu, sambutan dan dilanjutkan khotbah nikah. Barulah masing-masing pasangan melaksanakan ijab kabul.
 
Dekorasi pernikahan juga tampak sederhana. Meski begitu, suasana khidmat menyelimuti gedung pernikahan yang memanfaatkan toko baju di Jalan Magelang-Purworejo Km 15, Sidoagung, Tempuran.
 
 
Tamu undangan yang hadir turut menyaksikan keempat pasangan itu sah secara agama maupun negara.
 
Raut semringah menghiasi wajah keempat pasangan usai dinyatakan sah. Seolah kekhawatiran dan perasaan cemas itu melebur bersama seruan para tamu undangan yang mengatakan "sah".
 
Momentum kebahagiaan mereka tak luput dari sorotan kamera para tamu undangan.
 
Bagi pasangan Sri Wahyuni dan Achmad Wastoni, menikah dengan konsep unik seperti ini menjadi kenangan tersendiri.
 
 
"Kami sangat senang sekali. Saya pun nggak nyangka acaranya semeriah dan seistimewa ini," ujar Sri saat ditemui usai ijab kabul, Rabu (28/2).
 
Sebelumnya, dia tidak sengaja melihat informasi adanya nikah bareng di Instagram. Lantas, dia coba-coba untuk mendaftar. Bahkan, Sri tidak mengetahui jika konsep ijabnya dilangsungkan di atas motor trail. 
 
Sebab saat mendaftar maupun lolos pendaftaran, dia tidak diberi tahu konsep pernikahannya oleh panitia. Hal itu sebagai bentuk kejutan bagi para peserta nikah bareng.
 
"Deg-degan (saat kirab dan ijab di atas motor trail). Senang banget," bebernya.
 
Hal yang sama juga dirasakan oleh pasangan Widiani dan Deri Styadi. Mereka senang lantaran sudah resmi menjadi suami-istri.
 
 
"Semoga bisa menjadi keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah. Tadi juga sempat deg-degan waktu ijab," katanya.
 
Sementara itu, Ketua Forum Taaruf Indonesia (Fortais) Yogyakarta Ryan Budi Nuryanto mengutarakan, kegiatan nikah bareng ini sudah berjalan sejak 2006 lalu.
 
Tujuannya untuk memfasilitasi para pasangan agar bisa menikah dengan layak dan mengusung konsep yang unik.
 
Nikah bareng ini sengaja dilangsungkan pada momentum tahun kabisat. Sekaligus menyambut Ramadan dan syukuran atas terselenggaranya pemilu damai.
 
Sebetulnya, ada puluhan pasangan yang mendaftar, tapi hanya diambil empat pasang.
 
 
"Kami ingin memberikan fasilitas kepada para pasangan untuk bisa menikah dengan selayaknya," lontarnya. 
 
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum bisa menikah karena terkendala sejumlah hal.
 
Untuk itu, Fortais mengusung konsep pernikahan yang unik dan berbeda dengan semestinya. Guna memberikan kesan yang tidak terlupakan bagi para pasangan.
 
Kali ini, ijab kabul dilaksanakan di atas motor trail. Dia menyebut, ada filosofi khusus berkenaan dengan motor tersebut.
 
 
Menurutnya, motor trail merupakan salah satu kendaraan yang siap digunakan di berbagai medan jalan. 
 
Harapannya, para pasangan tersebut dapat membina mahligai rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rahmah.
 
Termasuk, berkhidmat bagi negara dalam kondisi apapun.
 
"Makanya kali ini kami beri maharnya ada beras dan kebutuhan lain," urainya. (aya)
Editor : Amin Surachmad
#motor trail #ijab kabul #pernikahan unik