RADAR JOGJA - TPS 015 Dusun Bletukan, Sumurarum, Grabag, melangsungkan pemungutan suara ulang (PSU) kemarin (23/2). Lantaran pada pencoblosan sebelumnya ada pemilih yang mencoblos dua kali. Meski begitu, antusiasme masyarakat tetap tinggi untuk datang ke TPS kali ini.
Pada pencoblosan ulang ini, para penyelenggara pemilu memanfaatkan gedung sekolah PAUD untuk dijadikan TPS 015. Di hari sebelumnya, petugas KPPS telah mendistribusikan C-Pemberitahuan atau surat undangan kepada 202 pemilih yang masuk dalam DPT dan satu pemilih DPTb.
Ketua KPU Kabupaten Magelang Ahmad Rofik mengutarakan, TPS 015 memang dipindah dari lokasi sebelumnya karena dinilai lebih kondusif. "Kemarin itu satu pintu hanya disekat dengan (tali) rafia, sehingga tidak begitu tertib. Sekarang pintu masuk dan keluar dibedakan," bebernya di lokasi.
Selain lebih kondusif, lokasi itu juga lebih representatif. Ketika terjadi hujan, bisa untuk berteduh. Seluruh sarana dan prasarana pemilu menjadi lebih aman. Penyelenggara pun sudah berkoordinasi dengan sekolah terkait peminjaman tempat dan siswa diliburkan sehari.
Dari hasil pemantauan, dia menyebut pelaksanaan coblosan sempat ditunda beberapa menit karena saksi belum datang. "Begitu sudah datang langsung dimulai. Masyarakat sudah antusias menunggu dan berjubel. Tapi alhamdulillah bisa tertib dan sampai akhir harapannya tertib, aman, serta damai," terangnya.
Di TPS itu ada tujuh petugas KPPS. Satu di antaranya perempuan. Sehingga saat petugas lain melaksanakan salat Jumat, yang bersangkutan bisa menjaga TPS. "Pas Jumatan, KPPS tidak lengkap. Mereka (masyarakat) bisa hadir, antre, tapi pelayanannya setelah Jumatan," tambahnya.
Divisi Parmas, Sosdiklih, dan SDM, KPU Kabupaten Magelang Bagyo Harsono menyebut, secara keseluruhan, partisipasi pemilih pada PSU kali ini berkurang dari sebelumnya. Hal itu dilatarbelakangi sejumlah alasan, seperti kembali ke pondok, bekerja, dan meninggal dunia. Karena izin hanya diberikan satu hari dan sudah kembali ke pondoknya.
"Tapi secara umum partisipasi pemilih cukup bagus. Mereka masih semangat. Petugas KPPS juga bekerja seperti sebelumnya," ungkapnya. (aya/laz)