RADAR JOGJA - Warga Desa Weton Kulon, Kecamatan Puring secara swadaya memperbaiki jembatan darurat yang putus akibat diterjang banjir. Perbaikan jembatan ini diharapkan akan mempermudah akses warga ketika beraktivitas.
Jembatan ini merupakan akses vital sebagai penghubung antara Desa Pesuruhan dan Desa Weton Kulon. Warga secara sukarela memperbaiki jembatan menggunakan material seadanya. Seperti bambu serta kayu berukuran besar. Kegiatan gotong royong ini pun turut diikuti dari unsur BPBD, pemerintah desa, relawan, TNI dan Polri.
Baca Juga: Dishub Bantul Akan Survei Jalur Bus Sekolah Rute Bantul-Sedayu
Kepala Pelaksana BPBD Kebumen Haryono Wahyudi menyampaikan, jembatan yang sedang diperbaiki berada di atas Sungai Telomoyo. Jembatan ini beberapa kali sempat hanyut diterjang banjir. Atas kondisi tersebut BPBD bersama warga serta lintas sektoral berjibaku memperbaiki jembatan darurat agar dapat difungsikan.
"Pengerjaan sekitar 50 orang perhari. Penanganan jembatan darurat sudah mencapai 75 persen," kata Haryono, Rabu (21/1).
Baca Juga: Jarang Terekspos, Yuk Simak Kisah Asmara Atlet Voli Cantik Wilda Nurfadhilah
Haryono menyebut, dalam proses perbaikan jembatan darurat itu dibutuhkan 450 batang bambu. Digunakan sebagai dasar lantai jembatan. Kemudian, 18 kayu berukuran besar sebagai tiang pancang. Rencananya, proses perbaikan jembatan ini rampung dalam sepekan.
"Diganti total, termasuk pendirian tiang pancang yang patah akibat banjir," jelasnya.
Salah satu tokoh setempat Marjito menyampaikan, jembatan di Desa Weton Kulon sebelum diperbaiki kondisinya cukup memprihatinkan. Hal ini dipicu ketika akhir Januari lalu jembatan rusak terbawa arus.
"Posisi sudah miring. Warga tetap nekat lewat. Tapi begitu ambruk ya lewat jalan pintas," ungkapnya.
Martijo mengungkapkan, jembatan tersebut sudah beberapa kali mengalami perbaikan. Namun tetap saja rusak ketika banjir menerjang. Dia berharap agar pemerintah segera memberikan perhatian lebih agar masyarakat tidak khawatir ketika melintasi jembatan.
"Kalau muter mau seberang desa lumayan jauh. Kasihan warga harus tambah ongkos bensin," ujarnya. (fid)
Editor : Heru Pratomo