RADAR JOGJA - Warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas II B Kebumen ikut ambil bagian dalam kontestasi Pemilu 2024. Secara bergantian mereka menyalurkan hak pilih, meski sedang menjalani hukuman di balik jeruji besi.
Ada harapan besar yang disandarkan para WBP untuk pemimpin atau wakil rakyat terpilih. Terutama perbaikan negara dari berbagai aspek. Dari pemilu ini mereka juga berharap akan lahir sosok pemimpin jujur dan adil.
Baca Juga: Satu TPS di Sleman Berpotensi Pemungutan Suara Ulang, 21 Surat Suara Kecolongan Tercoblos
"Khusus presiden baru, semoga bisa merubah kondisi negara. Untuk hukum, perekonomian, kesejahteraan atau sisi lain," kata salah satu WBP Sartono Anwar Wibiseno.
Pria berusia 40 tahun itu mengaku tidak sulit untuk menentukan pilihan dalam surat suara. Hal yang menjadi landasan pertimbangan adalah melihat rekam jejak setiap peserta pemilu. Selain itu, melabuhkan pilihan berdasar asas kedaerahan.
Baca Juga: Forum Rektor PTMA Ikut Lakukan Exit Poll dan Quick Count
"Kalau ada ambil dari wilayah Kebumen. Harapan kami beliau bisa memberikan fungsional bagus untuk Kebumen," ucap WBP atas kasus narkotika itu.
WBP lain yang enggan disebut nama mengaku bersyukur pada Pemilu 2024 tetap diberi berkesempatan menyalurkan hak pilih. Hal ini menunjukkan bahwa pemilu inklusif bagi semua elemen. Tanpa memandang status atau kondisi setiap masyarakat.
"Seumur hidup baru ini pilihan (Pemilu) di dalam lapas. Yang jelas kami berterimakasih kepada negara," ungkapnya.
Baca Juga: Bernuansa Unik, TPS 102 di Maguwoharjo Sleman Gunakan Kostum Penari Badui
Menurutnya, tidak ada perbedaan dalam konteks pemilu. Sebab satu suara mereka memiliki bobot sama dengan masyarakat lain yang berada di luar lapas. Mereka menaruh harapan besar agar proses Pemilu 2024 ini mampu membawa arah perubahan positif bagi bangsa.
"Kami meminta aspirasi dipandang pemerintah. Bahwa sebenarnya kami ada," jelasnya.
Kepala Rutan Kelas II B Kebumen Tri Mulyono menyampaikan, pihaknya memfasilitasi berdirinya TPS 901 atau TPS khusus di dalam lapas. Dia bersyukur seluruh WBP antusias mengikuti proses pungut hitung surat suara Pemilu 2024.
Baca Juga: Ganjar-Mahfud Unggul di TPS HB X dan Keluarga Nyoblos, Disusul Prabowo-Gibran dan Anis-Muhaimin
"Kami jauh hari berkoordinasi dengan KPU. Sudah ada sosialisasi dan simulasi terhadap warga binaan," katanya.
Tri menyebut, di Rutan Kelas II B Kebumen terdapat DPT sejumlah 48 orang dan DPTb sebanyak 83 orang serta DPK 1 orang. "Sebagian dari warga luar Kebumen. Ada 8 orang tidak mengikuti. Mereka tidak terdaftar DPT online karena wilayah pemilihan bukan di Kebumen," terangnya.
Editor : Heru Pratomo