KEBUMEN - Dua kendaraan terlibat kecelakaan adu banteng di ruas Jalan Lintas Selatan-Selatan (JLSS) pada Senin (12/2) malam.
Tiga orang dikabarkan tewas dalam insiden ini. Sedangkan satu korban lain dalam kondisi kritis.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 20.30 WIB. Tepatnya di sisi timur simpang empat arah Menara Mercusuar, Desa Tanggulangin, Kecamatan Klirong, Kebumen.
Kecelakaan maut ini melibatkan mobil pikap jenis L300 dengan sebuah truk.
Dalam video beredar memperlihatkan sejumlah warga sedang berupaya mengevakuasi seorang korban ke atas bak mobil terbuka.
Satu korban lagi tampak terkapar dengan posisi tertutup daun pisang. Selain itu, satu korban lain terjepit pada bagian kabin mobil pikap.
"Infonya tiga meninggal itu orang Tegalretno. Yang luka orang Karanggadung. Masih sama satu Kecamatan Petanahan," kata warga setempat Muhlisin, 35.
Muhlisin menjelaskan, saat kejadian ketiga korban tewas posisi berada dalam satu kendaraan bak terbuka.
Yakni, kendaraan pengangkut tenda hajatan. Kendaraan tersebut sedianya akan bongkar muatan. Namun di tengah perjalanan justru terlibat kecelakaan adu banteng.
"Mobil bak tukang tratag (tenda). Paling parah itu yang L300. Ringsek bagian depan," ucapnya.
Warga setempat belum mengetahui pasti penyebab kecelakaan. Sebab, saat kejadian kondisi di sekitar sudah sepi.
Warga menyebut di sekitar lokasi kecelakaan ini memang cukup rawan.
Bahkan, belum lama sempat terjadi kecelakaan beruntun yang merenggut dua korban jiwa.
"Seingat saya pas puasa itu pernah ada kecelakaan juga. Masih dekat sama lokasi sekarang," kata Muhlisin.
Kepala Desa Tanggulangin Kasimin tidak berkomentar banyak terkait kecelakaan maut tersebut.
Pihaknya menyerahkan sepenuhnya penanganan kecelakaan kepada pihak kepolisian.
"Info laka tanya saja Pak Kasat (Lantas) langsung. Saya hanya memberi informasi," jelas Kasimin.
Dalam peristiwa itu, Unit Laka Lantas dari Satlantas Polres Kebumen langsung bergegas ke lokasi kecelakaan.
Hingga pukul 23.00 WIB polisi terpantau masih di lokasi guna melakukan penyelidikan.
Polisi juga sudah menggelar olah tempat kejadian perkara serta melakukan proses identifikasi terhadap para korban. (fid)
Editor : Amin Surachmad