Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Polsek Petanahan Kebumen Bakal Pertemukan Anak dan Ibu yang Sudah 46 Tahun Berpisah

Adib Lazwar Irkhami • Senin, 12 Februari 2024 | 16:00 WIB

 

BAHAGIA: Eni Siyamsih, 48, warga Karangrejo, Kecamatan Petanahan didampingi Kanit Reskrim Polsek Petanahan Aiptu Kuat menunjukkan foto ibunya, Satikem yang telah 46 tahun berpisah.Polres Kebumen
BAHAGIA: Eni Siyamsih, 48, warga Karangrejo, Kecamatan Petanahan didampingi Kanit Reskrim Polsek Petanahan Aiptu Kuat menunjukkan foto ibunya, Satikem yang telah 46 tahun berpisah.Polres Kebumen

RADAR JOGJA - Ikatan batin seorang anak kepada orang tua seperti tak pernah salah. Meski sudah begitu lama berpisah, keduanya tetap bisa dipertemukan. Kisah ini nyata dialami Eni Siyamsih, 48, warga Karangrejo, Kecamatan Petanahan.

M. HAFIED, Kebumen

Eni Siyamsih tak bisa membendung air kerinduan kepada sosok ibunya. Kesedihan terus menyelimuti ketika ia bercerita harapan besar untuk bertemu sang ibu. Lebih dari 46 tahun ia berpisah dengan orang yang sudah mengandungnya. Kala itu ia ditinggal sosok ibu sejak masih balita.


Siang malam doa terus dipanjatkan. Tak lain agar dirinya segera kembali berkumpul dengan ibunya. Benar saja, Tuhan begitu adil. Doa yang selama ini dipanjatkan, akhirnya terkabul. Eni kembali dipertemukan dengan ibunya, berkat komunikasi Kanit Reskrim Polsek Petanahan Aiptu Kuat dengan rekannya.


Pertemuan haru ini berawal dari Kuat mendapat informasi dari rekannya di Bangka Belitung.  Intinya informasi tentang keberadaan wanita tua di sebuah panti jompo yang mengaku warga Kebumen.


Wanita itu tak lain adalah ibu Eni bernama Satikem. Lantas, dari informasi itu diperoleh pengakuan bahwa Satikem telah lama berpisah dengan anaknya. "Menanyakan alamat dan nama anak serta tetangganya di Kebumen untuk memudahkan pencarian," kata Kuat.


Lalu, Kuat bergegas membagikan data ke Pemdes Karangrejo untuk bahan verifikasi. Benar saja, pihak keluarga selama ini memang mencari keberadaan Satikem. "Dalam waktu dekat, Ibu Satikem akan kami pulangkan. Polsek Petanahan akan memfasilitasi," ujarnya.


Di hadapan Kuat, Eni Siyamsih  terkejut mendapat informasi keberadaan ibunya. Ia mengaku seperti bermimpi dalam waktu dekat akan mendapat pelukan sang ibu. Selama pencarian ia selalu percaya bahwa ibunya masih hidup dan segera dipertemukan.


Eni bercerita, beberapa hari belakangan ia sempat bermimpi didatangi seorang nenek dengan ciri rambut beruban. Dalam mimpinya, nenek itu meminta ingin hidup bersama Eni. Mimpi ini selalu datang dalam tidurnya. Bahkan sebelum bertemu dengan Kuat, polisi yang menginformasikan keberadaan Satikem. "Seneng, rindu sekali dengan ibu. Saya masih yakin sekali jika ibu masih hidup dan sehat," ungkapnya.


Eni menjelaskan, dulu ibunya pamitan dari rumah dan bekerja di Jakarta untuk menjadi asisten rumah tangga (ART) sekitar tahun 1978. Ia mulai merasa janggal ketika anak seusianya memiliki ibu, namun Eni tidak demikian. Jika ia bertanya kepada bapaknya, hanya dijawab bahwa ibunya sedang merantau. "Saat itu ibu bilang belum bisa pulang. Karena masih mencari uang untuk keluarga," jelasnya. (laz)

Editor : Satria Pradika
#kebumen #Polsek Petanahan Kebumen #art