Dari jumlah itu, ada satu nama pemilih yang tidak biasa. Sebab namanya hanya terdiri dari dua karakter.
Dia adalah Mi, 54 warga Desa Sutopati, Kajoran. Namanya sempat disangka masuk dalam DPT yang tidak valid.
Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Magelang Siti Nurhayati mengutarakan, nama Mi memang sempat disangka termasuk dalam data invalid.
Kecurigaan itu berasal dari kelompok pendukung salah satu pasangan capres-cawapres. Kemudian melaporkannya kepada Bawaslu dan KPU Provinsi Jateng.
Untuk itu, dia segera menginstruksikan jajaran PPK dan PPS untuk memastikan kebenarannya.
“Ada dugaan data invalid karena ada satu pemilih (yang terdaftar) DPT di Kabupaten Magelang kok namanya hanya dua hurus. M dan i,” ujar dia di kantornya, Jumat (9/2/2024).
Dugaan data invalid itu berhasil dipatahkan setelah PPS melakukan verifikasi dan identifikasi.
Di Mentengan RT 3/RW 15 Desa Sutopati, Kajoran memang ada warga namanya Mi dengan jenis kelamin perempuan.
“Ternyata betul-betul ada orangnya dan masih hidup. Dicek di DPT online pun ada,” imbuhnya.
Menurutnya, orang tua zaman dahulu memang kerap memberikan nama kepada anaknya dengan singkat.
Seperti warga Sutopati itu. Hal tersebut sudah lumrah terjadi di sejumlah daerah. Tidak heran jika namanya sempat dicurigai masuk dalam data invalid.
Nurhayati menyebut, kelompok pendukung salah satu paslon itu menduga ada data invalid sebanyak 2.665 orang di Jateng.
Ada beberapa kategori yang disangka sebagai data invalid. Satu di antaranya nama pemilih hanya terdiri satu atau dua karakter.
“Dan kami sudah membuktikan bahwa ini (Mi, Red) valid dan berhak memilih,” tegasnya.
Kategori lain, kata dia, seperti usia pemilih masih di bawah 17 tahun. Padahal usia tersebut berhak memilih jika sudah menikah yang dibuktikan dengan surat keterangan dari kantor urusan agama (KUA) setempat.
Ada pula yang baru berusia 17 tahun saat hari pemungutan suara.
Meski belum memiliki KTP-el, tapi mereka bisa membawa Surat Keterangan (Suket) dari disdukcapil.
Editor : Bahana.