Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Terjadi 36 Tanah Longsor Selama Sebulan, BPBD dan Warga Perbaiki Rumah Rusak

Naila Nihayah • Rabu, 7 Februari 2024 | 04:17 WIB
KERJA BAKTI: Satu rumah di Dusun Basongan, Kalisalak, Salaman ambruk akibat tebing yang longsor pada Kamis (1/2) lalu.
KERJA BAKTI: Satu rumah di Dusun Basongan, Kalisalak, Salaman ambruk akibat tebing yang longsor pada Kamis (1/2) lalu.
MUNGKID - Selama kurun waktu Januari 2024 hingga Selasa (6/2), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang mencatat ada 36 bencana tanah longsor.
 
Bencana itu rata-rata terjadi di dataran tinggi seperti Kecamatan Sawangan, Dukun, Candimulyo, Borobudur, hingga Kaliangkrik.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Edi Wasono menyebut, selama lebih dari satu bulan ini, total ada 87 kejadian bencana di wilayahnya.
 
 
Di mana, 36 di antaranya merupakan tanah longsor.
 
"Bencana itu ada yang menyebabkan rumah roboh hingga memutus akses jalan antardusun," ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (6/2).

Dia menyebut, longsor yang memutus akses jalan antardusun itu terjadi di Dusun Sintok, Gantang dengan dusun di Desa Soronalan, Sawangan. Longsor itu disebabkan oleh tingginya curah hujan pada Jumat (19/1) petang.
 
Baca Juga: Belum Semua Pangkalan Terapkan Syarat NIK Pembelian Elpiji 3 Kilogram, Disperindag DIY Gencarkan Sosialisasi

Ini membuat tanah penopang jalan yang menjadi akses dua dusun tersebut menjadi labil dan longsor.
 
Hal itu menyebabkan satu dusun terisolir. Akhirnya, warga ramai-ramai membuat jembatan darurat dari bambu.

Kemudian, longsor yang terjadi di Desa Kalisalak, Salaman mengakibatkan satu rumah rata dengan tanah.
 
 
"Ini (longsor) penyebab utamanya adalah hujan deras yang mengguyur wilayah itu dengan intensitas sedang hingga tinggi. Sehingga kontur tanah menjadi labil," jelas Edi.

Selain tanah longsor, bencana lainnya disebabkan oleh cuaca ekstrem. Sedikitnya ada 45 kejadian.
 
Cuaca ekstrem itu seperti angin kencang yang membuat sejumlah rumah mengalami kerusakan. Mulai dari berat, sedang, maupun ringan.
 

Kemudian, ada dua kejadian bencana kebakaran gedung dan permukiman. Edi menyebut, meski musim penghujan, bencana kebarakan bisa saja terjadi.
 
"Ada juga dua kejadian bencana banjir dan dua kejadian lain," paparnya.

Akibat kejadian bencana tersebut, ada 43 rumah yang rusak ringan, tujuh rumah rusak sedang, dan tiga rumah rusak berat.
 
 
BPBD bersama relawan dan warga bahu-membahu memperbaiki sejumlah rumah yang rusak tersebut.
 
"Dari semua kejadian bencana itu, ada satu orang yang mengalami luka ringan," imbuhnya.

Untuk itu, dia mengimbau agar pada musim penghujan ini, warga terus meningkatkan kewaspadaan. Dengan begitu, apapun bencananya, tidak menimbulkan korban jiwa. (aya)
Editor : Amin Surachmad
#Kabupaten Magelang #Tanah Longsor #BPBD